INformasinasional.com, MEDAN — Pemerintah pusat menggeber pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari tiga provinsi terdampak, Sumatera Utara muncul sebagai daerah paling siap, dengan ratusan unit rumah sudah memasuki tahap awal pembangunan.
Kesiapan itu mengemuka dalam rapat koordinasi nasional secara daring yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Minggu malam 28 Desember 2025. Rapat tersebut dihadiri para menteri, kepala lembaga, serta kepala daerah dari wilayah terdampak bencana.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution melaporkan, sebanyak 648 unit hunian tetap telah memasuki tahap groundbreaking disejumlah wilayah rawan bencana. Lokasinya tersebar di Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, serta Kota Sibolga, daerah-daerah yang sebelumnya porak-poranda diterjang banjir dan longsor.
“Lahan sudah disiapkan pemerintah daerah. Pembangunan sudah berjalan,” ujar Bobby dalam rapat tersebut.
Tak berhenti disitu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengajukan tambahan 343 unit huntap yang direncanakan dibangun di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Humbang Hasundutan. Lokasi yang diusulkan diklaim aman dari ancaman bencana lanjutan serta memiliki akses terhadap fasilitas dasar warga.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengingatkan, percepatan pembangunan hunian pascabencana tak boleh sekadar mengejar angka. Validasi data korban dan kesiapan lokasi menjadi kunci, agar rumah yang dibangun benar-benar layak huni dan berkelanjutan.
“Hunian tidak boleh berdiri ditempat yang terisolasi. Harus dekat dengan sekolah, layanan kesehatan, dan sumber mata pencaharian,” kata Maruarar.
Ia menegaskan, proyek huntap ini tidak semata bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah juga menggandeng kekuatan nonpemerintah.
“Selain APBN, pembangunan hunian didukung Yayasan Buddha Tzu Chi dan Danantara. Totalnya 15.000 unit hunian untuk tiga provinsi terdampak,” ujarnya.
Pemerintah berharap percepatan pembangunan ini dapat menjadi titik balik pemulihan bagi ribuan keluarga korban bencana, bukan hanya menyediakan atap, tetapi juga memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi mereka yang sempat runtuh bersama lumpur dan longsor.*(misn’t)






Discussion about this post