INformasinasional.com, MEDAN – Rencana dua remaja membuang mayat seorang wanita muda kesungai di Kota Medan berakhir kacau. Boks yang berisi jasad korban sempat dibawa berkeliling dengan sepeda motor. Namun aksi pembuangan itu gagal total ketika kawasan bantaran sungai keburu ramai warga.
Korban berinisial RS (19) ditemukan tak bernyawa didalam sebuah boks yang ditinggalkan dipinggir sungai dikawasan Jalan Menteng 7, Gang Seroja, Kecamatan Medan Denai.
Polisi mengungkap, jasad itu sebenarnya hendak “dilenyapkan” kealiran sungai agar jejak pembunuhan hilang.
Dua remaja yang terlibat adalah SA (19) sebagai pelaku utama dan rekannya SHR (19). Keduanya kini sudah diamankan polisi.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, para pelaku awalnya tidak berniat meninggalkan boks dilokasi penemuan karena jaraknya terlalu dekat dengan permukiman.
“Disitu sebenarnya mereka hanya berhenti. Rencananya bukan dibuang disana karena terlalu dekat,” kata Calvijn saat prarekonstruksi kasus, Jumat, 13 Maret 2026.
Namun rencana itu berubah kacau ditengah jalan. Saat SA dibonceng sambil memegang boks berisi mayat korban, benda itu beberapa kali hampir terjatuh dari motor. Situasi membuat keduanya panik. Akhirnya, dengan keputusan yang tergesa-gesa, mereka menurunkan boks itu dipinggir sungai.
“Beberapa kali hampir jatuh dari pegangan tersangka. Dengan pendek akal mereka menaruhnya saja dipinggir sungai,” kata Calvijn.
Tak berhenti disitu. Setelah meninggalkan boks tersebut, kedua pelaku sempat pergi dari lokasi. Mereka rupanya masih berniat menyelesaikan rencana awal, melempar jasad korban kesungai agar arus membawa tubuh itu jauh dari kota.
Namun ketika kembali kelokasi, situasi sudah berubah. Bantaran sungai dipenuhi warga yang beraktivitas. Rencana keji itu pun buyar.
“Mereka kembali dengan maksud ingin melemparkan boks itu kesungai, tetapi tidak jadi karena masyarakat sudah banyak disekitar lokasi,” kata Calvijn lagi.
Pembunuhan Dikamar Penginapan
Polisi mengungkap, pembunuhan terjadi pada 9 Maret 2026 di salah satu penginapan di Jalan Menteng 7, Gang Kenanga, Medan Denai. Korban tewas setelah mengalami penganiayaan.
Tak hanya membunuh, pelaku juga diduga melakukan pencurian terhadap korban.
“Kasusnya pembunuhan, penganiayaan, dan pencurian dengan kekerasan,” kata Calvijn.
Rekonstruksi yang digelar polisi memperlihatkan alur kejadian yang dingin dan sistematis. Setidaknya ada tiga lokasi utama dalam rangkaian peristiwa itu, kamar penginapan tempat korban dibunuh, gerbang penginapan, dan bantaran sungai tempat boks berisi mayat ditemukan.
Sehari setelah pembunuhan, SA kembali kekamar penginapan dengan membawa karung goni besar. Tujuannya satu, mengemas jasad korban agar mudah dipindahkan.
“Korban dimasukkan kedalam goni oleh tersangka,” kata Calvijn.
Setelah itu, SA menghubungi rekannya, SHR, untuk mengambil satu boks dari rumahnya. Boks itu kemudian dibawa kepenginapan. SHR hanya menyerahkannya dari depan gerbang tanpa masuk kekamar. Didalam kamar itulah SA bekerja sendirian. Ia memasukkan tubuh korban kedalam boks, membungkusnya dengan selimut, lalu menutup rapat wadah tersebut.
“Menariknya, tersangka memasukkan sendiri korban kedalam boks dengan selimut lengkap,” kata Calvijn lagi.
Motor, Boks, dan Rencana Menghilangkan Jejak
Setelah semuanya siap, SHR akhirnya masuk kearea penginapan dengan sepeda motor. Boks berisi jasad korban diangkat dan dibawa keluar dari lokasi.
Dalam perjalanan menuju bantaran sungai, posisi mereka terbalik, SHR mengemudi motor, SA dibonceng sambil memegang boks yang menyimpan tubuh korban. CCTV disekitar lokasi merekam pergerakan mereka.
Namun perjalanan itu berubah menjadi mimpi buruk bagi kedua pelaku. Boks yang berat dan tidak stabil membuat mereka beberapa kali hampir kehilangan kendali.
Ketika akhirnya berhenti dipinggir sungai, mereka menurunkannya dengan tergesa-gesa.
Boks itu kemudian ditemukan warga. Dari situlah kasus ini terbongkar dan menyeret dua remaja tersebut kejerat hukum.
Polisi masih mendalami motif pembunuhan yang membuat seorang wanita muda berakhir tragis, dikemas dalam boks, dibawa keliling kota, dan nyaris dibuang kesungai seperti barang tak bernyawa.
Kasus ini menjadi potret kelam kejahatan yang lahir dari kepanikan, kekerasan, dan rencana ceroboh yang akhirnya terbongkar dihadapan masyarakat Medan.(misn’t)






Discussion about this post