INformasinasional.com, NIAS UTARA — Dini hari yang seharusnya sunyi berubah menjadi kepanikan. Api datang tanpa aba-aba, melahap habis satu rumah papan di Desa Lolofaoso, Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara. Dua nyawa tak terselamatkan, seorang ibu dan balita terjebak dalam kobaran yang beringas. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Rabu dinihari, (25/3/2026) saat sebagian besar warga masih terlelap. Rumah milik Fite Lirma Jaya Zega (36) seketika berubah menjadi lautan api. Material kayu yang mendominasi bangunan membuat sijago merah bergerak cepat, nyaris tak memberi celah bagi penyelamatan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Nias Utara, Hadiran Zega, menggambarkan situasi saat kejadian sebagai “tak terkendali sejak awal.” Warga yang terbangun berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun upaya itu seperti melawan amukan yang sudah telanjur besar.
“Api cepat sekali menyambar. Tidak sempat dipadamkan,” katanya, Rabu (25/3/2026).
Petugas pemadam dari Satpol PP akhirnya tiba dan berhasil menjinakkan kobaran. Tapi semuanya sudah terlambat. Rumah itu tinggal arang.
Dari puing-puing yang menghitam, dua korban ditemukan tak bernyawa: Ferida Gulo (31) dan seorang balita berusia 2,5 tahun. Keduanya diduga terjebak saat api mulai membesar, tanpa sempat menyelamatkan diri.
Satu korban lainnya berhasil lolos, meski harus menanggung luka bakar serius. Saat ini ia dirawat intensif di rumah sakit terdekat, berjuang diantara trauma dan rasa sakit.
Tragedi ini makin getir karena api diduga cepat membesar akibat bahan-bahan mudah terbakar didalam rumah. Ferida diketahui bekerja sebagai penjahit, dengan banyak kain tersimpan dirumah yang justru menjadi bahan bakar tambahan bagi kobaran.
“Banyak bahan pakaian di dalam rumah, itu mempercepat api membesar,” kata Hadiran.
Kini, puing rumah menjadi saksi bisu tragedi yang menyisakan duka mendalam. Sementara itu, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran, apakah kelalaian, korsleting, atau faktor lain yang belum terungkap.
Dibalik abu yang tersisa, satu hal menjadi jelas: ketika api datang ditengah tidur lelap, rumah bisa berubah menjadi jebakan, dan waktu, tak lagi berpihak.(misn’t)






Discussion about this post