INformasional.com, Kendal – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari pelanggaran melalui pelaksanaan program Zero Halinar, yang mencakup pemberantasan handphone ilegal, pungutan liar (pungli), dan peredaran narkoba di dalam lapas
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kendal bersama jajaran petugas, dengan melibatkan seluruh warga binaan dalam upaya menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Razia rutin dilakukan secara menyeluruh di setiap blok hunian guna memastikan tidak adanya barang-barang terlarang yang beredar didalam lapas.
Dalam keterangannya, Kepala Lapas menyampaikan bahwa Zero Halinar merupakan bentuk nyata dari komitmen institusi dalam mendukung program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk menciptakan lapas yang bersih dari gangguan keamanan dan ketertiban.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi peredaran handphone ilegal, praktik pungli, maupun narkoba. Ini adalah upaya berkelanjutan demi menjaga integritas dan kepercayaan publik,” ujarnya, pada Jum’at (17/4 ).
Selain razia, pihak lapas juga mengintensifkan sosialisasi kepada warga binaan mengenai bahaya penggunaan handphone ilegal, dampak buruk narkoba, serta pentingnya menolak segala bentuk pungli. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi aktif warga binaan dalam menjaga ketertiban di lingkungan lapas.
Langkah tegas ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum setempat yang turut bersinergi dalam menjaga keamanan. Dengan adanya program Zero Halinar, Lapas Kelas IIA Kendal berharap dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam mewujudkan sistem pembinaan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Melalui upaya berkelanjutan ini, Lapas Kendal optimistis dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang tidak hanya aman, tetapi juga mendukung proses pembinaan warga binaan menuju pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat.
Reporter: Ragil Surono.






Discussion about this post