INformasinasional.com. Panyabungan – Pajak dan retribusi bukan uang hilang semua yang di bayarkan warga akan kembali ke masyarakat dalam bentuk jalan mulia, lampu penerangan, layanan kesehatan dan pendidikan. Demikian disampikan Kepala Badan Pendapatan Daerah Mandailing Natal, Ahmad Yasir Lubis dikantornya, Senin (20/4).
“Tertib pajak berarti ikut membangun daerah sendiri sehingga perlu dibuktikan dalam bentuk kesadaran,” katanya.
Mengacu UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD, Pemkab Madina memperkuat sistem pajak dan retribusi daerah. Tujuannya satu yakni PAD yang sah untuk pembangunan.
Yasir mencontohkan, pajak penerangan jalan yang dipotong dari tagihan listrik dipakai untuk perawatan jaringan, pembangunan jalan, sampai menambah titik lampu jalan.
“Masyarakat harus tahu ke mana uangnya dipakai karena transparansi wajib dijaga,” tegasnya.
Beda dinas, beda target PAD. Dinas Perhubungan fokus ke retribusi parkir dan terminal. Dinas Lingkungan Hidup tarik retribusi sampah. Dinas Perdagangan dari pasar. Bapenda sendiri mengurus pajak yang lebih luas: PBB, pajak restoran, pajak hotel, sampai pajak penerangan jalan.
“Indikatornya beda agar lebih tepat sasaran dan terukur. Tapi semua tetap mengacu aturan yang sama biar akuntabel,” katanya.
Bayar pajak sekarang tanpa harus pegang uang tunai.
Soal penagihan, Bapenda pilih jalur persuasif dulu, himbauan, teguran, edukasi. Kalau bandel, baru ada penertiban bersama Satuan Polisi Pamong Praja jika mentok bisa lanjut ke Jaksa Pengacara Negara.
” Untuk cegah bocor, petugas dilarang pegang uang. Semua pembayaran lewat SIMAPADE Mandailing Natal, Sistem Informasi Manajemen Pajak Daerah. Tanpa kontak tunai, dalam rangka mengatisipasi potensi penyelewengan,sebutnya.
Capaian
PAD Naik Terus, Target 2026 Tembus Rp204 Miliar jika melihat catatan Bapenda, PADadina Tahun 2024 tembus Rp147 miliar dan Tahun 2025 naik jadi Rp164,2 miliar. Tahun depan targetnya lebih tinggi lagi dari semua sektor.
“Dengan sistem yang makin akuntabel dan kepatuhan wajib pajak meningkat, target itu bisa tercapai. Dampaknya nyata untuk pembangunan dan pelayanan,” tutup Yasir.
Reporter:: Henri Pulungan






Discussion about this post