Informasinasional.com
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
Informasinasional.com
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

AS Mulai Project Freedom Selat Hormuz

detikNews

05/05/2026 21:12
in INTERNASIONAL
0
AS Mulai Project Freedom Selat Hormuz

Foto Ilustrasi Selat Hormuz: (U.S. Navy via AP)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

INformasinasional.com, Jakarta – Amerika Serikat (AS) telah memulai proyek kebebasan atau project freedom di Selat Hormuz. Ini adalah upaya Washington memandu kapal-kapal dari Teluk melalui Selat Hormuz.
Dirangkum detikcom melansir BBC, Selasa (5/5) project ini diawali dengan serangan AS ke tujuh kapal cepat Iran di Selat Hormuz. AS menyerang kapal itu menggunakan helikopter.

“Kami telah menembak tujuh kapal kecil atau, seperti yang mereka sebut, ‘kapal cepat’. Itu saja yang mereka miliki,” kata Presiden AS Donald Trump.

Namun, serangan ini dibantah media pemerintah Iran. Mengutip sumber militer, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa dua kapal kargo kecil yang terkena serangan, menewaskan lima warga sipil.

Proyek ini sebenarnya sudah dispill Trump beberapa waktu lalu. Trump saat itu mengatakan Angkatan Laut AS akan mulai mengawal kapal-kapal yang terdampar di perairan Teluk agar bisa keluar dengan melintasi Selat Hormuz pada Senin (4/5).

Kapal-kapal itu terdampar sejak Iran memblokir jalur perairan itu pada awal konflik pada Februari.

Ada Kapal yang Berhasil Keluar

Pada Senin (4/5), perusahaan pelayaran Maersk mengatakan kapal berbendera AS, Alliance Fairfax, yang terdampar di Teluk sejak akhir Februari, telah keluar dari Selat Hormuz.

Perusahaan itu mengatakan telah dihubungi oleh pihak AS yang “menawarkan kesempatan bagi kapal tersebut untuk keluar dari Teluk dengan perlindungan militer AS”.

“Kapal tersebut kemudian keluar dari Teluk Persia ditemani oleh aset militer AS tanpa insiden, dan semua awak kapal selamat serta tidak terluka, tambah Maersk.

Baca juga  Polri Tetap Dibawah Presiden, Rekomendasi Reformasi Tegas dan Sarat Risiko Politik

Namun, tidak semua kapal diperairan Teluk aman dari ancaman.

Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab melaporkan sebuah kapal tanker milik Adnoc, perusahaan minyak negara itu, terkena serangan di Selat Hormuz.

Korea Selatan juga melaporkan ledakan di salah satu kapal mereka yang berlabuh di dekat UEA.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa peristiwa di selat tersebut “menunjukkan dengan jelas bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis politik”.

“Proyek kebebasan adalah proyek kebuntuan,” imbuhnya.

Militer Iran mengatakan akan menyerang pasukan AS jika mereka memasuki Selat Hormuz.

Alasan Operasi Dilakukan

Operasi AS ini akan melibatkan 15.000 personel, kapal perusak bersenjata rudal kendali dan lebih dari 100 pesawat, menurut Centcom.

Dalam unggahannya di media sosial, Trump mengatakan “negara-negara dari seluruh dunia” telah meminta AS apakah mereka dapat membantu membebaskan kapal-kapal tersebut, yang ia gambarkan sebagai “sekadar pihak netral yang tidak bersalah”.

Trump juga mengatakan bahwa perwakilan AS tengah mengadakan pembicaraan yang “sangat positif” dengan Iran, dan bahwa pembicaraan tersebut “dapat mengarah pada sesuatu yang sangat positif bagi semua pihak”.

Blokade Iran terhadap selat tersebut telah menyebabkan harga bahan bakar naik secara global karena sebagian besar minyak dunia tidak lagi dapat melewati rute tersebut.

Sekitar 20% dari minyak dan gas alam cair dunia biasanya melewati selat tersebut.

Selain itu, diperkirakan 20.000 pelaut telah terjebak di Teluk sejak dimulainya perang dengan Iran. Dampak perang dikhawatirkan akan berakibat buruk terhadap kesehatan fisik dan mental para pelaut. Apalagi, pasokan logistik mereka makin tipis.

Pada Minggu (3/05), United Kingdom Maritime Transportation Operation (UKMTO) melaporkan bahwa sebuah tanker telah terkena “proyektil yang tidak diketahui” di selat tersebut, seraya menambahkan bahwa awak kapal dalam keadaan selamat.

Reaksi Iran

Dalam sebuah pernyataan, kepala komando pusat Iran menyatakan bahwa pihaknya akan menyerang “setiap kekuatan bersenjata asing” yang mencoba mendekati atau memasuki selat itu, “terutama tentara AS yang agresif”.

Mayor Jenderal Ali Abdollahi mengatakan bahwa Iran telah “berulang kali” menegaskan bahwa selat tersebut “berada di bawah kendali” angkatan bersenjata Iran. Adapun pelayaran melalui Selat Hormuz, tambahnya, harus dikoordinasikan dengan Iran “dalam segala keadaan”.

Operasi “Projet Freedom” diambil ketika kedua negara masih berada di bawah gencatan senjata sementara, yang dimulai pada 8 April, dan saat mereka berupaya menyepakati rencana perdamaian permanen.

Anggota parlemen senior Iran Ebrahim Azizi, mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, menulis di media sosial bahwa “setiap campur tangan Amerika” akan “dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata”.

Iran sebelumnya menuduh AS melanggar gencatan senjata karena memblokade pelabuhannya.

Juru runding utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan pada akhir April bahwa blokade tersebut sama dengan menyandera perekonomian global.(dtc)

Editor: Misno

Post Views: 348
Tags: as project freedomkeamanan maritimkonflik as-iranoperasi militerround-upselat hormuz
Previous Post

Letjen Agus Widodo Akan Jabat Wakil Kepala BIN

Discussion about this post

ADVERTISEMENT

BERITA TERBARU

AS Mulai Project Freedom Selat Hormuz

AS Mulai Project Freedom Selat Hormuz

05/05/2026 21:12
Letjen Agus Widodo Akan Jabat Wakil Kepala BIN

Letjen Agus Widodo Akan Jabat Wakil Kepala BIN

05/05/2026 21:03
Polri Tetap Dibawah Presiden, Rekomendasi Reformasi Tegas dan Sarat Risiko Politik

Polri Tetap Dibawah Presiden, Rekomendasi Reformasi Tegas dan Sarat Risiko Politik

05/05/2026 20:51
Lolos Seleksi Nasional, Pasar Titi Kuning Wakili Medan di Lomba Pasar Pangan Aman 2026

Lolos Seleksi Nasional, Pasar Titi Kuning Wakili Medan di Lomba Pasar Pangan Aman 2026

05/05/2026 19:20

Follow Us

Informasinasional.com

Informasi Yang Menambah Wawasan

KURS BANK INDONESIA (BI)

KATEGORI

  • ADVETORIAL (50)
  • AGRIBISNIS (60)
  • BERITA VIDIO (36)
  • DAERAH (3,016)
  • Desa Kita (23)
  • EKONOMI (656)
  • HUKUM (1,140)
  • INSFRASTRUKTUR (392)
  • INTERNASIONAL (618)
  • kasyno (1)
  • KRIMINAL (483)
  • KULINER (46)
  • NASIONAL (805)
  • OLAHRAGA (680)
  • OPINI (41)
  • OTOMOTIF (43)
  • PERISTIWA (1,453)
  • PILKADA (65)
  • POLITIK (531)
  • RAGAM (194)
  • TRENDING (2,376)
  • UMUM (720)
  • VIDIO (14)
  • REDAKSI
  • ABOUT-US
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2023 Informasinasional.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

© 2023 Informasinasional.com