INformasinasional.com, LANGKAT — Bupati Langkat Syah Afandin akhirnya angkat suara dengan nada keras terkait dugaan permainan harga pupuk subsidi yang mulai meresahkan petani di Kabupaten Langkat. Dihadapan masyarakat dan jajaran pemerintah daerah, Syah Afandin menegaskan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi praktik pungutan liar maupun permainan distribusi pupuk yang menyengsarakan rakyat kecil.
Pernyataan tegas itu muncul setelah mencuat laporan masyarakat mengenai dugaan kenaikan harga pupuk subsidi oleh distributor CV Putri Bumi Sriwijaya. Distributor tersebut diduga menaikkan harga hingga sekitar 20 persen kepada kios, yang kemudian berdampak langsung pada melambungnya harga pupuk ditingkat petani.
Bagi Syah Afandin, persoalan pupuk subsidi bukan sekadar urusan administrasi distribusi, melainkan menyangkut nasib ribuan petani dan ketahanan pangan daerah. Karena itu, ia langsung mengambil sikap keras dan memastikan dugaan tersebut akan dibongkar tanpa kompromi.
“Tidak pernah ada intervensi dari pemerintah. Justru saya berpikir bagaimana pupuk subsidi bisa bertambah dan tidak terjadi kelangkaan,” tegas Syah Afandin Rabu (13/5/2026)
Tak ingin isu itu berhenti menjadi keluhan semata, orang nomor satu di Langkat tersebut langsung memerintahkan Inspektorat Kabupaten Langkat turun tangan melakukan pemeriksaan internal. Langkah itu dilakukan untuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan oknum maupun penyimpangan dalam rantai distribusi pupuk subsidi.
Sikap cepat Syah Afandin dinilai sebagai sinyal perang terbuka terhadap dugaan mafia pupuk yang selama ini disebut-sebut bermain dibalik distribusi subsidi pemerintah. Ia menegaskan, siapa pun yang terbukti bermain akan ditindak tanpa pandang bulu.
“Kalau memang terbukti, pasti kita tindaklanjuti. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat banyak, khususnya petani,” katanya.
Tak hanya memerintahkan pemeriksaan internal, Syah Afandin juga meminta masyarakat segera membuat laporan resmi kepada pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum agar proses hukum dapat berjalan secara terbuka dan transparan.
Disaat yang sama, Bupati Langkat itu juga menginstruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk segera mengusulkan evaluasi terhadap distributor yang diduga melakukan pelanggaran. Ia bahkan meminta agar PT Pupuk Indonesia turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi pupuk subsidi di Langkat.
“Kami minta dilakukan evaluasi jika memang ada indikasi permainan harga yang merugikan masyarakat,” pinta Syah Afandin.
Ketegasan Syah Afandin mendapat perhatian luas karena dinilai menunjukkan keberpihakan langsung kepada petani ditengah kondisi ekonomi yang semakin berat. Disaat pupuk subsidi menjadi kebutuhan vital bagi keberlangsungan pertanian, dugaan permainan harga dianggap sebagai ancaman serius terhadap kesejahteraan rakyat kecil.(Misno)






Discussion about this post