INformasinasional.com, LANGKAT — Ditengah derasnya arus persaingan global yang menuntut kreativitas dan keberanian berpikir berbeda, tiga pelajar perempuan asal Kabupaten Langkat justru tampil membawa gagasan tak biasa, conditioner berbahan dasar kangkung.
Inovasi sederhana namun sarat nilai ilmiah itu kini bersiap menembus panggung dunia dalam ajang bergengsi World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 18–20 Mei mendatang.
Dukungan penuh pun datang langsung dari Bupati Langkat, Syah Afandin. Dalam audiensi di Rumah Dinas Bupati, Rabu (13/5/2026), Syah Afandin tidak sekadar melepas para peserta. Ia mengirim pesan kuat bahwa Langkat tidak ingin hanya dikenal lewat potensi alamnya, tetapi juga melalui lahirnya generasi muda inovatif yang mampu berbicara dipanggung internasional lewat karya dan gagasan.
“Tentu ini menjadi kebanggaan besar bagi Kabupaten Langkat. Anak-anak kita mampu menunjukkan bahwa daerah juga bisa melahirkan inovator muda yang sanggup bersaing dilevel dunia,” kata Syah Afandin.
Tiga pelajar yang akan membawa nama Langkat tersebut ialah Qaisara Uzma Bazla, Nicky Adifa, dan Karina Zilda Anwar Lubis. Ketiganya mencuri perhatian melalui riset pengembangan conditioner alami berbahan kangkung yang diklaim telah melewati proses pengujian manfaat.
Ditangan para pelajar muda itu, kangkung yang selama ini identik sebagai sayuran sederhana dimeja makan masyarakat, bertransformasi menjadi produk inovatif bernilai ekonomi dan ilmiah. Disinilah letak kekuatan gagasan mereka, mengubah sesuatu yang biasa menjadi karya yang memiliki daya saing global.
Ajang WYIE sendiri bukan kompetisi sembarangan. Pameran dan kompetisi inovasi internasional yang digelar oleh Invention and Innovation Promotion Association itu mempertemukan para penemu muda dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya penelitian dan inovasi terbaik mereka. Kompetisi tersebut dikenal sebagai arena lahirnya ide-ide masa depan dari generasi muda dunia.
Syah Afandin menilai keberhasilan pelajar Langkat menembus ajang internasional menjadi sinyal penting bahwa kualitas sumber daya manusia daerah tidak boleh lagi dipandang sebelah mata.
Menurutnya, anak-anak muda Langkat telah membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk menciptakan karya berkelas dunia.
“Prestasi ini harus menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya. Jangan takut berinovasi, jangan ragu bermimpi besar. Dunia hari ini memberi ruang bagi siapa saja yang memiliki kreativitas dan keberanian,” kata Syah Afandin.
Lebih jauh, momentum ini juga menjadi tamparan halus bagi daerah-daerah yang masih memandang inovasi sebatas slogan seremonial. Ketika banyak pihak sibuk berbicara tentang pembangunan sumber daya manusia, para pelajar Langkat justru sudah melangkah membawa hasil riset nyata keforum internasional.
Pemerintah Kabupaten Langkat berharap partisipasi dalam WYIE 2026 tidak berhenti pada seremoni keberangkatan semata, melainkan menjadi awal lahirnya ekosistem inovasi dikalangan generasi muda daerah. Sebab dari ruang-ruang riset sederhana disekolah, bukan mustahil akan lahir penemu-penemu masa depan yang mampu membawa nama Indonesia diperhitungkan dunia.(Misno)






Discussion about this post