Informasinasional.com
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
Informasinasional.com
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

Begal hingga Kriminalitas Jadi Dalih Ekspansi Militer, Menhan Ungkap Ambisi Bentuk 750 Batalyon TNI Baru

19/05/2026 12:31
in NASIONAL, TRENDING
0
Begal hingga Kriminalitas Jadi Dalih Ekspansi Militer, Menhan Ungkap Ambisi Bentuk 750 Batalyon TNI Baru

Tangkapan layar Instagram Syafrie

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

INformasinasional.com, JAKARTA — Pemerintah mulai membuka alasan strategis dibalik rencana besar pembentukan 750 batalyon baru hingga tahun 2029. Tak hanya soal pertahanan negara, meningkatnya aksi begal, kriminalitas jalanan, hingga lemahnya kehadiran aparat ditingkat kabupaten disebut menjadi pemicu utama ekspansi kekuatan teritorial TNI tersebut.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan, selama ini banyak wilayah kabupaten di Indonesia nyaris tanpa kehadiran satuan militer permanen. Kondisi itu, menurutnya, membuka ruang tumbuhnya tindak kriminal yang meresahkan masyarakat.
“Sebelum ada batalyon teritorial pembangunan, dibanyak kabupaten tidak ada pasukan. Apa yang terjadi? Begal dan kriminal berkembang sangat besar,” kata Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Pernyataan itu langsung menyita perhatian masyarakat, karena untuk pertama kalinya pemerintah secara terbuka mengaitkan pembangunan kekuatan militer dengan penanganan kriminalitas sipil didaerah.

Klaim Kriminalitas Turun Drastis

Sjafrie mengklaim, sejumlah daerah yang telah ditempati batalyon TNI mengalami penurunan aksi kriminal secara signifikan. Ia menyebut angka penurunan bahkan mencapai lebih dari 50 persen setelah pangkalan dan patroli militer mulai dioperasikan.

Menurut dia, batalyon teritorial pembangunan tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga membantu membangun sistem keamanan lingkungan melalui patroli rutin dan penguatan kembali siskamling yang selama ini melemah.
“Ketika batalyon masuk, patroli berjalan, siskamling hidup lagi, kriminalitas langsung menurun. Itu fakta yang kami lihat dilapangan,” katanya.

Ia menjelaskan, patroli dilakukan menggunakan kendaraan produksi industri pertahanan nasional sebagai bagian dari integrasi pengamanan wilayah dan pemberdayaan teritorial.

514 Kabupaten dan Ancaman Kedaulatan

Dihadapan anggota DPR, Sjafrie juga memaparkan besarnya tantangan geografis Indonesia. Dengan 514 kabupaten/kota, populasi mencapai 287 juta jiwa, serta berbatasan langsung dengan 11 negara, pemerintah menilai diperlukan penguatan kehadiran militer hingga level daerah.

Namun Sjafrie menepis anggapan bahwa pembentukan 750 batalyon baru merupakan sinyal persiapan perang atau respons terhadap ancaman negara tetangga. “Kita ingin menjaga kedaulatan negara. Kita membangun kemampuan untuk mengawal seluruh wilayah Indonesia,” tegasnya.

Baca juga  Buron Selama 15 Bulan, Pelaku Pencabulan Terhadap Anak Tiri Diciduk Satreskrim Polres Pasbar di Dharmasraya

Rencana ekspansi besar-besaran ini disebut menjadi salah satu proyek pertahanan paling ambisius dalam beberapa dekade terakhir.

Efek Ekonomi: Gaji Prajurit Putar Uang di Desa

Tak hanya bicara keamanan, Menhan juga menyoroti dampak ekonomi dari kehadiran batalyon didaerah. Ia menyebut ribuan prajurit yang ditempatkan diwilayah kabupaten otomatis menggerakkan ekonomi lokal, terutama sektor UMKM.

Menurut perhitungannya, satu prajurit rata-rata menerima gaji sekitar Rp6 juta per bulan. Jika satu batalyon berisi 1.000 personel dan masing-masing membelanjakan minimal Rp1 juta setiap bulan di wilayah penempatan, maka uang yang beredar bisa mencapai Rp1 miliar per bulan.

“Warung, kafe, usaha kecil mulai tumbuh disekitar batalyon. Ekonomi desa bergerak. Itu dampak langsung yang kami lihat,” kata Sjafrie.

Ia bahkan menyebut para komandan batalyon diminta mengontrol pola pengeluaran prajurit agar konsumsi tetap berputar dilingkungan masyarakat sekitar.

Pernyataan Menhan ini diperkirakan bakal memicu perdebatan luas, terutama terkait batas antara fungsi pertahanan negara dan penanganan keamanan sipil. Disatu sisi, pemerintah mengklaim kehadiran batalyon mampu menekan kriminalitas dan menghidupkan ekonomi desa. Namun disisi lain, muncul kekhawatiran mengenai semakin kuatnya pendekatan militer dalam ruang sipil Indonesia.*

Editor: Misno

Post Views: 509
Tags: 750 BatalyonbegalEkspansikriminalitasmenhanmiliterTNI
Previous Post

Buron Selama 15 Bulan, Pelaku Pencabulan Terhadap Anak Tiri Diciduk Satreskrim Polres Pasbar di Dharmasraya

Next Post

Kemlu RI Desak Israel Bebaskan Seluruh Awak Global Sumud Flotilla, Nasib Sejumlah WNI Masih Misterius

Next Post
Kemlu RI Desak Israel Bebaskan Seluruh Awak Global Sumud Flotilla, Nasib Sejumlah WNI Masih Misterius

Kemlu RI Desak Israel Bebaskan Seluruh Awak Global Sumud Flotilla, Nasib Sejumlah WNI Masih Misterius

Discussion about this post

BERITA TERBARU

Polda Sumut Gagalkan 144 Balpres Monza di Tol Sergai, Potensi Kerugian Negara Rp432 Juta

Polda Sumut Gagalkan 144 Balpres Monza di Tol Sergai, Potensi Kerugian Negara Rp432 Juta

30/10/2026 16:10
Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

29/10/2026 22:06
Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

29/10/2026 20:19
277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

29/10/2026 18:00

Follow Us

Informasinasional.com

Informasi Yang Menambah Wawasan

KURS BANK INDONESIA (BI)

KATEGORI

  • ADVETORIAL (72)
  • AGRIBISNIS (66)
  • BERITA VIDIO (36)
  • DAERAH (3,378)
  • Desa Kita (29)
  • EKONOMI (697)
  • HUKUM (1,207)
  • INSFRASTRUKTUR (376)
  • INTERNASIONAL (639)
  • KRIMINAL (522)
  • KULINER (48)
  • NASIONAL (902)
  • OLAHRAGA (722)
  • OPINI (41)
  • OTOMOTIF (44)
  • PERISTIWA (1,559)
  • PILKADA (65)
  • POLITIK (562)
  • RAGAM (202)
  • TRENDING (2,695)
  • UMUM (795)
  • VIDIO (13)
  • REDAKSI
  • ABOUT-US
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2023 Informasinasional.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

© 2023 Informasinasional.com