INformasinasional.com, GRESIK – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) bersama organisasi lingkungan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) serta Almang Market Korea menggelar pengabdian masyarakat internasional di Balai Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan bertema “Pengaruh Paparan Mikroplastik dan Solusi Pencegahan Dampaknya bagi Kesehatan Manusia” itu diikuti sekitar 40 peserta, terdiri dari ibu-ibu PKK, kader lingkungan, masyarakat desa, hingga peserta dari Korea Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, dosen Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi FK UNAIR, Lestari Sudaryanti, memaparkan bahaya mikroplastik yang kini ditemukan di berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari air minum, makanan laut, udara, hingga produk rumah tangga.
Menurut dia, paparan mikroplastik secara terus-menerus berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius karena partikel tersebut dapat masuk dan menumpuk di dalam tubuh manusia.
“Mikroplastik dapat masuk melalui makanan, minuman, maupun udara yang terkontaminasi. Masuknya mikroplastik ke dalam tubuh manusia pasti memberikan dampak bagi kesehatan, terutama pada kelompok rentan, di mana ibu hamil dan janin sangat berisiko terpengaruh oleh akumulasi mikroplastik,” ujar Lestari dalam sesi edukasi.
Ia menjelaskan, mikroplastik yang masuk ke tubuh dapat memicu peradangan, gangguan hormon, penurunan fungsi organ, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti kanker kolon dan diabetes.
Selain memaparkan sumber paparan mikroplastik, kegiatan tersebut juga memberikan edukasi mengenai langkah pencegahan sederhana yang dapat diterapkan masyarakat.
Beberapa di antaranya ialah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilih wadah yang lebih aman, dan menerapkan pola hidup ramah lingkungan.
Kolaborasi Indonesia-Korea SelatanKegiatan ini turut dihadiri peserta dari Korea Selatan yang tergabung dalam Almang Market Korea, yakni Jina Kwag, Yeram Sing, Hyun Hee Park, Hyo Min Kim, Jina Lee, dan Myonghee Jung.
Kehadiran peserta internasional tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas negara dalam meningkatkan literasi lingkungan dan kesehatan masyarakat berbasis komunitas.
Diskusi berlangsung interaktif saat peserta membahas kondisi pencemaran plastik di lingkungan sekitar serta dampaknya terhadap kesehatan keluarga. Dari forum tersebut muncul gagasan pembentukan toko isi ulang bernama Refilin Almang Market Randuboto.
Inisiatif tersebut diharapkan menjadi solusi pengurangan sampah plastik melalui konsep refill dan reuse guna menekan penggunaan kemasan sachet dan plastik sekali pakai.
Ketua PKK Desa Randuboto, Inayatul Fardah, mengatakan kegiatan ini membuka wawasan masyarakat mengenai dampak plastik terhadap kesehatan keluarga.“Kami berharap Refilin Almang Market Randuboto bisa benar-benar terwujud agar masyarakat memiliki alternatif belanja yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Dengan refill dan reuse, kami ingin mengurangi sampah sachet dan plastik sekali pakai di desa,” kata Inayatul.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahaya mikroplastik sekaligus terdorong menerapkan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan untuk menjaga kesehatan generasi mendatang.
Reporter: Sapriaris





Discussion about this post