INformasinasional.com, NIAS UTARA – Malam yang semula tenang di Kepulauan Nias mendadak berubah tegang setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 4,8 mengguncang wilayah Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Rabu (10/6/2026) pukul 20.08 WIB. Getaran yang terasa cukup kuat membuat sebagian warga tersentak dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.
Berdasarkan analisis awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat dilaut, sekitar 88 kilometer di barat Nias Utara, tepatnya pada koordinat 1,23 Lintang Utara dan 96,60 Bujur Timur dengan kedalaman hanya 6 kilometer.
Kedalaman yang tergolong dangkal membuat getaran gempa terasa cukup nyata disejumlah wilayah, khususnya dikawasan Sirombu dengan intensitas II-III MMI. Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan oleh banyak orang didalam rumah dan menimbulkan sensasi seolah ada kendaraan berat yang melintas.
“Update gempa Mag:4.8, 10-Jun-26 20:08:44 WIB, Lok:1.23 LU, 96.60 BT (Pusat gempa berada dilaut 88 km barat Nias Utara), Kedlmn:6 Km, Dirasakan (MMI) II-III Sirombu,” demikian informasi resmi BMKG.
Meski magnitudonya tidak tergolong besar, posisi hiposenter yang dangkal menjadi faktor utama yang menyebabkan getaran lebih terasa oleh masyarakat. Kondisi ini kembali mengingatkan bahwa wilayah barat Sumatera, termasuk Kepulauan Nias, merupakan salah satu kawasan paling aktif secara tektonik di Indonesia karena berada dijalur pertemuan lempeng besar dunia.
BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng dizona megathrust yang membentang di sepanjang pantai barat Sumatera. Aktivitas geologi dikawasan ini memang dikenal sebagai sumber utama gempa bumi yang kerap mengguncang wilayah Sumatera dan sekitarnya.
Kendati demikian, masyarakat tidak perlu panik berlebihan. BMKG memastikan gempa bumi yang terjadi kali ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas BMKG dalam keterangan resminya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun, otoritas setempat terus memantau perkembangan situasi sembari mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
BMKG juga mengingatkan bahwa informasi awal yang dirilis masih bersifat sementara dan dapat mengalami pembaruan seiring masuknya data tambahan dari jaringan sensor gempa yang tersebar di berbagai wilayah.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bumi dikawasan barat Sumatera terus bergerak dinamis dibawah permukaan. Ditengah aktivitas tektonik yang tak pernah benar-benar berhenti, kesiapsiagaan masyarakat menjadi benteng pertama dalam menghadapi ancaman bencana yang dapat datang sewaktu-waktu.*
Editor: Misno






Discussion about this post