Informasinasional.com
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
Informasinasional.com
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

Kata PPLS soal Lumpur Lapindo Terus Naik Nyaris Sentuh Bibir Tanggul

detikJatim

11/06/2026 00:08
in PERISTIWA, TRENDING
0
Kata PPLS soal Lumpur Lapindo Terus Naik Nyaris Sentuh Bibir Tanggul

Air dan lumpur Lapindo semakin mencapai bibir tanggul/Foto: Suparno/detikJatim

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

INformasinasional.com, Sidoarjo – Kekhawatiran warga disekitar tanggul Lumpur Lapindo soal tingginya genangan air dan lumpur mendapat respons dari Pusat Pengendali Lumpur Sidoarjo (PPLS). PPLS memastikan, hingga kini lumpur dari pusat semburan masih terus dialirkan ke Sungai Porong untuk menjaga keamanan tanggul serta infrastruktur disekitarnya.

Dilansir detikNews, salah satu warga bernama Misno menilai, kenaikan volume air dan lumpur terjadi setelah tidak adanya aktivitas pembuangan lumpur ke Sungai Porong. Kondisi tersebut menyebabkan genangan didalam area lumpur terus meningkat.

Pihak Pusat Pengendali Lumpur Sidoarjo (PPLS) meminta warga tidak khawatir. Sebab, lumpur masih mengalir ke Sungai Porong.

“Sejauh ini lumpur masih menyembur dari pusat semburan, maka aktivitas pengaliran lumpur ke Kali Porong masih dilakukan hingga saat ini melalui kapal keruk dan pompa untuk dialirkan ke Kali Porong,” kata Ketua Tim Operasi dan Pemeliharaan PPLS, Fahmi saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (10/6/2026).

Fahmi mengatakan, lumpur tetap dialirkan ke Sungai Porong agar infrastruktur di sekitar tanggul tetap terjaga dan tidak terjadi kerusakan.

“Jadi lumpur tetap mengalir ke Kali Porong, hal itu dilakukan untuk menjaga infrastruktur, objek-objek vital baik itu permukiman, jalan raya, dan rel kereta api,” terangnya.

Lebih lanjut, Fahmi menyebut adanya alat berat di sekitar tanggul untuk membuat aliran agar lumpur bisa tidak terhambat mengalir ke Sungai Porong.

Baca juga  Gempa Dangkal M 4,8 Guncang Nias Utara, Getaran Kuat Picu Kewaspadaan Warga

“Aktivitas alat berat yang ada adalah untuk membuat alur pengendalian agar aliran dari pusat semburan mengarah ke kolam yang terdapat kapal keruk dan pompa dalam rangka pengaliran lumpur ke Kali Porong dan untuk pengendalian muka air didalam tanggul,” jelasnya.

“Untuk penggunaan material gedek dan bambu adalah bagian dari metode karena bagaimanapun juga lumpur secara karakter material tidak dapat mengikat satu sama lain sehingga perlu penahan supaya alur yang disiapkan dalam rangka pengendalian aliran lumpur tetap bertahan,” tandasnya.

Sebelumnya, warga Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, diliputi kekhawatiran karena air dan lumpur diarea penampungan belum dialirkan ke Sungai Porong. Kondisi ini mengingatkan mereka pada peristiwa amblesnya tanggul penahan lumpur pada 2018 yang sempat mengancam permukiman warga.

Ketua RT 11 RW 2 Desa Gempolsari, Sudarmawan mengatakan, ketinggian air dikolam penampungan saat ini hampir mencapai bibir tanggul. Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga waspada karena trauma atas kejadian amblesnya tanggul sepanjang sekitar 100 meter pada 2018 lalu.

“Kalau melihat kondisi sekarang, warga tentu khawatir. Air sudah hampir menyentuh bibir tanggul. Kami trauma dengan kejadian tahun 2018 saat tanggul ambles sepanjang kurang lebih 100 meter,” kata Sudarmawan kepada detikJatim, Rabu (10/6/2026).

Sudarmawan menyebut sedikitnya enam RT dengan jumlah penduduk sekitar 1.000 hingga 1.500 jiwa berpotensi terdampak jika tanggul kembali jebol. Ia mengingatkan peristiwa amblesnya tanggul pada 2018 menjadi pengalaman yang membekas karena dikhawatirkan menimbulkan gelombang lumpur yang menerjang permukiman.

“Waktu itu kondisinya sangat mengkhawatirkan. Kalau sampai jebol, dampaknya bisa seperti gelombang besar yang menerjang permukiman warga,” ujarnya.

Selain ancaman tanggul, warga juga kesulitan mendapatkan air bersih dan harus membeli enam hingga delapan jeriken air per hari dengan biaya sekitar Rp 20 ribu. Warga berharap PPLS dan instansi terkait memperketat pengawasan serta memperkuat tanggul agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus menyediakan bantuan air bersih dan memperbaiki fasilitas umum yang rusak.

“Kami minta pengawasan diperketat dan bagian tanggul yang rawan segera diperkuat agar kejadian tahun 2018 tidak terulang lagi,” tegas Sudarmawan.(dtc)

Editor: Misno

Post Views: 496
Tags: 20 tahun lumpur lapindolumpur lapindopplsSidoarjotanggul lumpur lapindo
Previous Post

Gempa Dangkal M 4,8 Guncang Nias Utara, Getaran Kuat Picu Kewaspadaan Warga

Next Post

Datang Cari Adik ke Bulukumba, Kakek 74 Tahun Ini Malah Terlantar dan Kehabisan Uang

Next Post
Datang Cari Adik ke Bulukumba, Kakek 74 Tahun Ini Malah Terlantar dan Kehabisan Uang

Datang Cari Adik ke Bulukumba, Kakek 74 Tahun Ini Malah Terlantar dan Kehabisan Uang

Discussion about this post

BERITA TERBARU

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

29/10/2026 22:06
Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

29/10/2026 20:19
277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

29/10/2026 18:00
Revitalisasi Hutan Kota, 387 Pohon Bibit Buah di Tanam

Revitalisasi Hutan Kota, 387 Pohon Bibit Buah di Tanam

29/10/2026 16:48

Follow Us

Informasinasional.com

Informasi Yang Menambah Wawasan

KURS BANK INDONESIA (BI)

KATEGORI

  • ADVETORIAL (72)
  • AGRIBISNIS (66)
  • BERITA VIDIO (36)
  • DAERAH (3,378)
  • Desa Kita (29)
  • EKONOMI (697)
  • HUKUM (1,207)
  • INSFRASTRUKTUR (376)
  • INTERNASIONAL (639)
  • KRIMINAL (521)
  • KULINER (48)
  • NASIONAL (902)
  • OLAHRAGA (722)
  • OPINI (41)
  • OTOMOTIF (44)
  • PERISTIWA (1,559)
  • PILKADA (65)
  • POLITIK (562)
  • RAGAM (202)
  • TRENDING (2,694)
  • UMUM (795)
  • VIDIO (13)
  • REDAKSI
  • ABOUT-US
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2023 Informasinasional.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

© 2023 Informasinasional.com