INformasinasional.com, LANGKAT – Pemerintah Kabupaten Langkat menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, suatu agenda strategis nasional yang diyakini akan menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan dan kebijakan ekonomi daerah dimasa depan.
Komitmen tersebut ditandai dengan pencanangan resmi Sensus Ekonomi 2026 oleh Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH di Hotel Grand Stabat, Kamis (11/6/2026). Momentum ini menjadi penanda dimulainya gerakan besar pendataan ekonomi yang akan menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Langkat.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 948 petugas sensus disiapkan untuk menyisir seluruh wilayah Langkat guna menghimpun data ekonomi secara komprehensif. Sebelum diterjunkan kelapangan, para petugas akan mengikuti Training Center (TC) di Bahorok, Stabat, dan Besitang sebagai upaya memastikan kualitas pendataan berjalan maksimal.
Mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, petugas akan turun langsung ketengah masyarakat untuk merekam berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga sektor-sektor ekonomi strategis lainnya yang menjadi tulang punggung pertumbuhan daerah.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Langkat, M. Ervin Sugiar, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan rutin, melainkan instrumen vital yang akan menentukan kualitas perencanaan pembangunan nasional dan daerah.
Menurutnya, data yang terkumpul nantinya akan membuka tabir sesungguhnya tentang kekuatan ekonomi masyarakat, potensi usaha yang berkembang, hingga tantangan yang dihadapi berbagai sektor ekonomi.
“Arah pembangunan nasional dan daerah akan semakin tepat sasaran karena disusun berdasarkan gambaran nyata tentang struktur ekonomi, potensi usaha, dan kondisi perekonomian yang sebenarnya,” kata Ervin.
Sementara itu, Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus tersebut. Bahkan, Bupati Langkat telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa untuk ikut mengawal dan menyukseskan pelaksanaan pendataan.
Menurut Tiorita, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha dan warga Langkat untuk memberikan informasi yang akurat dan jujur kepada petugas sensus.
“Berikan jawaban yang sebenar-benarnya. Data yang valid akan menjadi cermin nyata kondisi ekonomi daerah dan menjadi dasar dalam merancang kebijakan pembangunan yang lebih tepat,” katanya.
Ia menambahkan, hasil sensus nantinya diharapkan menjadi “kompas pembangunan” yang mampu mengarahkan Kabupaten Langkat menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berdaya saing, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.
“Dengan data yang valid dan terpercaya, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pembangunan di Kabupaten Langkat,” katanya lagi.
Prosesi pencanangan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Secara resmi, Tiorita menyatakan dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Langkat yang kemudian ditandai dengan penyematan rompi kepada petugas sensus sebagai simbol dimulainya operasi pendataan ekonomi terbesar didaerah tersebut.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dinilai menjadi momentum penting bagi Langkat untuk memetakan potensi ekonomi secara lebih akurat. Ditengah persaingan investasi dan tuntutan pembangunan yang semakin kompleks, data yang valid bukan lagi sekadar kebutuhan administratif, melainkan senjata utama dalam merancang masa depan daerah yang lebih maju, produktif, dan sejahtera.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Langkat Rina Wahyuni Marpaung, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Langkat Wahyudiharto, Kabag Perekonomian Setdakab Langkat Mimi Wardani Lubis, para camat se-Kabupaten Langkat, serta perwakilan Kadin Kabupaten Langkat.(Misno)






Discussion about this post