INformasinasional.com, SABANG – Ditengah derasnya arus transformasi digital yang membuat informasi begitu mudah diakses hanya melalui sentuhan jari, generasi muda diingatkan agar tidak terlena oleh kenyamanan dunia maya. Kemajuan teknologi memang menghadirkan berbagai kemudahan, namun di sisi lain juga menyimpan ancaman yang dapat menggerus produktivitas, tanggung jawab, hingga nilai-nilai spiritual jika tidak digunakan secara bijaksana.
Pesan tersebut disampaikan Imam Muda Kota Sabang, Tgk Muchtar Andhika, Rabu (8/7/2026).
Ia menegaskan bahwa gadget dan media sosial sejatinya merupakan alat yang membawa manfaat besar, tetapi dapat berubah menjadi jebakan apabila pengguna kehilangan kendali dan gagal menentukan skala prioritas dalam kehidupan.
“Gadget memang memberikan banyak manfaat, tetapi juga bisa membuat seseorang terlena. Kalau tidak memiliki skala prioritas, kita bisa lalai dari hal-hal yang lebih penting,” kata Tgk Muchtar Andhika.
Menurutnya, fenomena yang semakin sering terlihat saat ini adalah banyak kalangan muda yang menghabiskan sebagian besar waktunya didunia maya hingga mengabaikan kewajiban utama, mulai dari belajar, bekerja, beribadah, hingga membangun hubungan sosial dikehidupan nyata.
Ia menekankan bahwa kehidupan digital bukanlah satu-satunya realitas yang harus dijalani. Sebagai pelajar, mahasiswa, pekerja maupun sebagai hamba Allah, setiap individu memiliki tanggung jawab yang tidak boleh dikorbankan hanya demi aktivitas dimedia sosial.
“Dunia maya bukan satu-satunya realitas yang harus kita jalani. Masih ada tanggung jawab sebagai pelajar, mahasiswa, pekerja, maupun sebagai hamba Allah yang harus dipenuhi,” katanya.
Selain mengingatkan pentingnya manajemen waktu, Imam Muda Sabang itu juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap jejak digital. Ia mengajak generasi muda menerapkan prinsip “Think Before Posting” atau berpikir terlebih dahulu sebelum mengunggah sesuatu keruang publik
Menurutnya, setiap foto, video, komentar maupun tulisan yang dipublikasikan di media sosial akan meninggalkan rekam jejak digital yang dapat bertahan dalam waktu lama dan berpotensi memengaruhi masa depan seseorang.
“Apa yang kita unggah akan menjadi jejak digital. Sekali diposting, itu bisa tetap ada meskipun sudah dihapus, karena mungkin sudah dilihat, disimpan, bahkan tersebar diberbagai platform,” jelasnya.
Ia juga memberikan perhatian khusus kepada para remaja, terutama remaja putri, agar lebih selektif dalam memilih konten yang akan dipublikasikan. Prinsip “Saring Sebelum Sharing”, menurutnya, menjadi benteng penting untuk menghindari dampak negatif media sosial, baik terhadap reputasi pribadi maupun masa depan.
Diakhir pesannya, Tgk Muchtar Andhika mengajak generasi muda menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menebarkan ilmu, inspirasi, dan nilai-nilai positif, bukan sekadar tempat mencari popularitas sesaat yang berisiko merugikan diri sendiri.
“Gunakan media sosial sebagai sarana menyebarkan ilmu, inspirasi, dan hal-hal yang bermanfaat. Jangan sampai media sosial justru menjadi bumerang bagi masa depan kita,” katanya.
Editor: Misno






Discussion about this post