INformasinasional.com, LANGKAT – Ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Langkat kembali berubah menjadi lautan kendaraan. Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang belum juga pulih memicu kemacetan total sepanjang sekitar 13 kilometer, mulai dari kawasan SPBU Wampu hingga SPBU Cempa, Kecamatan Hinai. Bahkan, antrean kendaraan terus memanjang hingga mencapai kawasan Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Pura, Rabu (15/7/2026) pagi.
Kemacetan yang berlangsung sejak dini hari itu melumpuhkan arus lalu lintas jalur utama penghubung Medan–Aceh. Ribuan kendaraan, mulai dari mobil pribadi, bus antarkota hingga truk logistik, terjebak dalam antrean berlapis tanpa kepastian kapan kondisi kembali normal.
Situasi diperparah oleh masih langkanya pasokan BBM di sejumlah SPBU di Kabupaten Langkat. Sejumlah pengemudi mengaku bahan bakar kendaraan mereka nyaris habis bahkan ada yang mogok akibat terlalu lama terjebak di tengah kemacetan.
“Gawat kali, Bang. Macet sejak subuh sampai sekarang pukul 09.00 WIB belum juga bergerak normal,” kata Sulaiman, warga yang tinggal di pinggir Jalinsum Kecamatan Hinai.
Pantauan dilapangan menunjukkan titik kemacetan paling parah berada disekitar SPBU Wampu dan SPBU Hinai dengan radius mencapai sekitar tiga kilometer. Kendaraan tampak mengular berlapis-lapis, sementara antrean di SPBU meluber hingga memakan badan jalan dan menghambat arus dari kedua arah.
Kondisi tersebut membuat jalur strategis Sumatera praktis lumpuh. Distribusi barang terganggu, perjalanan masyarakat terhambat, dan aktivitas ekonomi ikut terdampak akibat krisis BBM yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.
Pengguna jalan yang hendak melintas dari Medan menuju Aceh maupun sebaliknya diimbau memilih jalur alternatif untuk menghindari kepadatan. Salah satu opsi yang disarankan adalah menggunakan Jalan Tol Binjai–Pangkalan Brandan, sehingga dapat menghindari titik-titik kemacetan di Jalinsum Langkat.
Hingga berita ini diturunkan, arus kendaraan masih bergerak sangat lambat dan antrean panjang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera terurai.(misn’t)
Editor: Misno






Discussion about this post