INformasinasional.com | LABUHANBATU – Suasana tenang ditepian Sungai Bilah, Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, mendadak berubah mencekam setelah warga menemukan sesosok mayat pria tanpa identitas (Mr X) tersangkut ditepian sungai, tepatnya ditangkahan belakang rumah Wak Imbon, Dusun Kampung Tempel, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 15.25 WIB.
Penemuan jasad tersebut sontak mengundang perhatian ratusan warga yang berbondong-bondong mendatangi lokasi. Hingga Sabtu malam, identitas korban masih menjadi misteri, sementara aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematiannya.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Muhammad Rizky, seorang pelajar SMK Negeri 2 Rantauprapat, bersama dua rekannya saat berada ditepian sungai di Dusun Hatiran. Dari seberang aliran Sungai Bilah, mereka melihat sesosok tubuh yang diduga manusia tersangkut dipinggir sungai.
Karena lokasi penemuan cukup sulit dijangkau, ketiganya segera memberi tahu warga yang sedang memancing disekitar lokasi. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Pemerintah Desa Tebing Linggahara, Polres Labuhanbatu, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhanbatu.
Petugas kepolisian bersama warga segera berupaya mengamankan jasad agar tidak kembali hanyut terbawa derasnya arus sungai yang mulai meningkat. Setelah personel BPBD tiba dilokasi, proses evakuasi dilakukan menggunakan kantong jenazah sebelum korban dibawa menggunakan ambulans menuju Instalasi Kamar Jenazah RSUD Rantauprapat.
Berdasarkan pemeriksaan awal dilokasi, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter, berambut lurus, berkulit sawo matang, mengenakan kaus singlet berwarna hitam dan celana dalam cokelat. Tidak ditemukan dokumen identitas maupun barang-barang yang dapat mengungkap jati diri korban.
Jenazah kemudian menjalani Visum et Repertum (VeR) di RSUD Rantauprapat. Pemeriksaan medis tersebut menjadi tahapan penting dalam penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian serta menentukan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.
Sekretaris Desa Tebing Linggahara, Syamsuddin, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia mengatakan, hingga kini pemerintah desa belum menerima laporan adanya warga yang kehilangan anggota keluarga.
“Benar, tadi ditemukan warga di tepian sungai. Sampai sekarang belum diketahui identitasnya karena belum ada warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya,” kata Syamsuddin.
Ditengah proses penyelidikan, beredar dugaan dari sejumlah warga yang mengaku melihat bercak darah pada bagian kepala dan dada korban. Namun, dugaan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian.
Secara hukum, penyebab kematian hanya dapat dipastikan melalui hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), penyelidikan kepolisian, serta hasil Visum et Repertum. Karena itu, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan apakah korban meninggal akibat tenggelam, kecelakaan, atau terdapat unsur tindak pidana.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih berupaya mengungkap identitas korban sekaligus menelusuri rangkaian peristiwa yang menyebabkan pria tanpa identitas tersebut berakhir dialiran Sungai Bilah.
Reporter: Fajar Dame H
Editor: Misno






Discussion about this post