INformasinasional.com, LANGKAT – Guncangan gempa bumi kembali menggetarkan wilayah Aceh Timur, Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 11.18 WIB. Gempa berkekuatan Magnitudo 5,1 itu memicu kepanikan warga karena getarannya terasa cukup kuat hingga ke Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Sejumlah warga di Desa Kwala Gebang, Desa Pasar Rawa, Kelurahan Pekan Gebang, hingga Desa Paluh Manis mengaku merasakan guncangan yang berlangsung selama puluhan detik. Tiang-tiang bangunan dan pondok dikawasan pertanian dilaporkan bergoyang akibat hentakan gempa tersebut.
Salah seorang warga, Dody Regar, mengatakan saat gempa terjadi dirinya sedang berbincang disebuah pondok ladang dikawasan Paluh Cingan, Dusun Paluh Baru, Desa Pasar Rawa.
“Tiba-tiba bumi terasa bergoyang seperti diayun. Kami langsung berhenti berbicara dan keluar dari pondok. Tiang pondok yang kokoh pun tampak bergoyang. Getarannya terasa cukup lama, sekitar lebih dari setengah menit,” kata Dody.
Kesaksian serupa juga disampaikan warga lainnya yang mengaku merasakan getaran cukup jelas meski berada puluhan kilometer dari lokasi sumber gempa. Tidak sedikit warga yang memilih keluar rumah maupun bangunan sebagai langkah antisipasi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan di wilayah Kabupaten Langkat akibat gempa tersebut.
“Kami sempat panik dan turun dari lantai atas di Rumah Sakit Umum Mahkota Bidadari di Desa Paluhanis. Getaran gempa cukup kuat,” ungkap keluarga pasien di RS Bidadari itu.
Berdasarkan informasi awal, gempa diperkirakan berpusat diwilayah Aceh Timur, sekitar 60 kilometer dari Kota Langsa, Provinsi Aceh. Namun, lokasi episenter dan parameter resmi masih menunggu pembaruan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa jam setelah gempa berkekuatan Magnitudo 5,6 mengguncang wilayah 30 kilometer tenggara Kabupaten Aceh Timur. Gempa sebelumnya dipastikan tidak berpotensi tsunami, dan gempa yang terjadi siang ini diduga merupakan bagian dari aktivitas susulan (aftershock), meski kepastian mengenai keterkaitannya masih menunggu analisis resmi BMKG.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta mengikuti perkembangan informasi dari BMKG serta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.(Misn’t)
Editor: Misno






Discussion about this post