INformasinasional.com, BIREUEN – Operasi pengejaran terhadap komplotan bandar narkoba di depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kabupaten Bireuen, Aceh, berujung duka. Seorang anggota Polisi Militer (POM) TNI Angkatan Darat, Pratu Galuh Nugraha, gugur setelah diduga terkena peluru rekoset saat membantu aparat kepolisian mengejar para pelaku, Sabtu (25/7/2026).
Insiden tersebut menjadi perhatian serius karena terjadi ditengah operasi pemberantasan narkotika yang melibatkan sinergi antara Polri dan TNI. Polda Aceh memastikan penyelidikan menyeluruh tengah dilakukan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan, melalui Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI tersebut.
“Peristiwa ini menjadi duka bagi kita semua. Kami turut berbelasungkawa atas gugurnya anggota POM TNI AD Pratu Galuh Nugraha. Ia telah menunjukkan naluri prajurit penegak hukum yang luar biasa dalam membantu kepolisian saat penangkapan bandar narkoba,” kata Joko, Minggu (26/7/2026).
Ia berharap almarhum memperoleh tempat terbaik disisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah tersebut.
Berdasarkan keterangan resmi Polda Aceh, peristiwa bermula ketika tim kepolisian melaksanakan operasi penangkapan terhadap empat orang yang diduga terlibat jaringan peredaran narkotika. Para terduga pelaku berada didalam satu mobil saat hendak diamankan.
Dalam operasi tersebut, satu orang yang diduga merupakan oknum anggota Brimob berhasil diamankan. Sementara tiga terduga pelaku lainnya berhasil melarikan diri sehingga memicu aksi pengejaran oleh aparat gabungan.
Saat proses pengejaran berlangsung, petugas melepaskan tembakan kearah pelaku yang berusaha kabur. Namun, salah satu peluru diduga memantul (rekoset) dan mengenai Pratu Galuh Nugraha yang berada dilokasi serta ikut membantu proses penangkapan.
“Peluru rekoset mengenai seorang warga yang turut membantu penangkapan, yang kemudian diketahui yang bersangkutan merupakan anggota POM TNI,” jelas Joko.
Sejak insiden itu terjadi, Kapolda Aceh langsung berkoordinasi dengan Pangdam Iskandar Muda, Danpuspomad, serta Danpomdam IM untuk memastikan penanganan korban, mendukung proses penyidikan, sekaligus menjaga soliditas hubungan antara Polri dan TNI.
Polda Aceh menegaskan bahwa investigasi akan dilakukan secara profesional dan transparan guna memastikan seluruh fakta terungkap sesuai hasil penyidikan.
“Atas nama keluarga besar Polda Aceh dan seluruh jajaran, kami kembali menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Pratu Galuh Nugraha serta seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia,” kata Joko.
Polda Aceh juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta tidak menyebarkan foto, video maupun narasi yang berpotensi menyesatkan serta menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada aparat penegak hukum.
Selain itu, masyarakat yang mengetahui atau menyaksikan langsung rangkaian peristiwa tersebut diharapkan memberikan keterangan kepada penyidik guna membantu mengungkap secara terang penyebab insiden yang merenggut nyawa prajurit TNI tersebut.*
Editor: Misno






Discussion about this post