INformasinasional.com, Pemalang – Aksi menggemaskan sekelompok anak kecil mendadak mencuri perhatian jamaah saat seorang mubaligh kondang tengah menyampaikan ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Mengoneng, Kelurahan Bojongbata, Pemalang Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Bukannya duduk tenang mendengarkan tausiyah, kumpulan bocil (bocah cilik) ini justru menjadikan area sekitar mimbar utama sebagai arena bermain pribadi mereka.
Gelak tawa jamaah pun tidak terbendung melihat tingkah polos mereka yang tanpa dosa berseliweran di depan sang penceramah.Peristiwa jenaka ini bermula ketika acara peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Majlis Dzikir Nurul Anwari memasuki sesi inti, yaitu ceramah agama. Saat sang mubaligh kondang mulai membakar semangat jamaah dengan penyampaiannya yang karismatik, satu per satu anak balita mulai merangkak dan berjalan mendekati panggung mimbar.
Suasana semakin riuh saat 5 orang anak laki-laki berusia sekitar empat tahun mulai melakukan aksi kocak main kelereng, Sementara Dua bocah lainnya tampak asyik berdendang menggunakan panggung sebagai alat tetabuhan, mengikuti intonasi suara sang mubaligh yang naik turun melalui pengeras suara.
Sang mubaligh kondang Ustadz Muksin yang menyadari panggungnya diinvasi oleh para bocil tidak merasa terganggu, ia justru menghentikan ceramahnya sejenak, tersenyum lebar, dan membelai kepala anak-anak tersebut.
“Ini tanda masjid kita makmur, bapak-ibu. Biarkan saja, mereka ini calon-calon ulama masa depan, cuma sekarang lagi cek lokasi panggung dulu,”seloroh sang mubaligh yang langsung disambut tawa renyah ratusan jamaah yang hadir.
Orang tua para bocil yang sempat panik dan hendak menjemput anaknya pun akhirnya ikut tertawa pasrah di barisan belakang,Acara ceramah maulid nabi yang biasanya berlangsung khidmat dan serius pun berubah menjadi penuh kehangatan serta keakraban berkat kehadiran Serangan para bocil tersebut. Tingkah polos anak-anak Pemalang ini menjadi bumbu pemanis yang membuat pesan-pesan kebaikan dari sang mubaligh justru lebih melekat dan membekas di hati para jamaah yang pulang dengan senyuman.
Reporter: Ragil Surono.






Discussion about this post