INformasinasional.com, Bulukumba — Polemik dugaan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bulukumpa Tanete yang disebut menimbulkan bau dan diduga berdampak pada sumur warga mendapat tanggapan dari pihak pengelola.
Penanggung jawab dapur SPPG Bulukumpa Tanete, Arul Aslam Ilham, menegaskan pihaknya terbuka terhadap kritik dan keluhan masyarakat. Ia menyebut persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki sistem pengelolaan limbah dapur.
Arul mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait pengelolaan limbah, termasuk upaya pembenahan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di dapur SPPG.
“Kami memang pernah menerima keluhan tersebut dari warga sekitar. Sejak menerima keluhan tersebut, kami terus mengupayakan pembenahan,” kata Arul kepada awak media, Jumat (4/9/2026).
Pesan Grease Trap untuk Pembenahan IPAL
Salah satu langkah yang tengah diupayakan, kata Arul, adalah melakukan perbaikan terhadap instalasi IPAL. Pihaknya bahkan telah menghubungi teknisi dan melakukan pemesanan alat grease trap.
“Kami juga sudah mengupayakan menghubungi pihak teknisi untuk melakukan perbaikan terhadap instalasi IPAL kami. Bahkan kami sudah upayakan itu sejak satu bulan lalu dan sudah melakukan panjar untuk pesanan alat grease trap untuk IPAL,” tegas Arul.
Ia menjelaskan grease trap merupakan perangkat yang berfungsi memisahkan lemak atau minyak (grease) dari air limbah sebelum air tersebut masuk ke sistem IPAL.
Dengan adanya perangkat tersebut, pengelolaan air limbah dari aktivitas dapur diharapkan dapat berjalan lebih optimal, khususnya dalam menangani kandungan lemak dan minyak yang berasal dari kegiatan memasak.
Namun, Arul menyebut proses perbaikan masih menunggu teknisi datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus menentukan pembenahan yang diperlukan pada instalasi IPAL.
“Kami sudah upayakan itu sejak bulan lalu, hanya saja sampai hari ini teknisi belum sempat ke lokasi untuk melihat dan melakukan pembenahan yang sebaiknya kami benahi,” jelasnya.
Minta Dugaan Pencemaran Sumur Diuji
Sementara terkait dugaan sumur warga tercemar limbah SPPG, Arul meminta persoalan tersebut tidak langsung disimpulkan sebelum dilakukan pemeriksaan dan pengujian sampel.
Ia mendorong pihak dinas terkait mengambil sampel air sumur warga untuk mengetahui penyebab bau maupun dugaan perubahan kualitas air.
“Kami tetap mendorong pihak dinas terkait untuk mengambil sampel dan uji coba apakah penyebab bau tersebut merupakan dari limbah pembuangan dapur, atau ada hal-hal lain,” ujarnya.
Menurut Arul, pengujian sampel diperlukan untuk memastikan sumber persoalan secara objektif. Ia juga menyebut kondisi musim kemarau dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena warga biasanya melakukan penyedotan dan pembersihan sumur dari lumpur.Penanggungjawab SPPG Pastikan Terus Berbenah
Arul menegaskan pihak SPPG Bulukumpa Tanete tidak mengabaikan keluhan masyarakat. Kritik dan pemberitaan mengenai persoalan tersebut, kata dia, justru menjadi masukan bagi pengelola untuk melakukan evaluasi.
Pihaknya juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan DLH dalam upaya memastikan pengelolaan limbah dapur tidak memberikan dampak negatif kepada masyarakat sekitar.“Jadi sekali lagi kami akan terus mengupayakan agar limbah pembuangan di dapur kami tidak memberikan dampak negatif terhadap masyarakat sekitar, dengan terus berupaya melakukan pembenahan dan tentunya dengan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup,” pungkas Arul.
Editor: Sapriaris






Discussion about this post