INformasinasional.com, Bulukumba – Proyek revitalisasi SDN 81 Palampang di Kabupaten Bulukumba menjadi perbincangan setelah pemberitaan mengenai pekerjaan tersebut beredar luas di media sosial dan sejumlah grup WhatsApp.
Salah satu percakapan yang beredar di grup WhatsApp @Info Bisnis Bulukumba turut menjadi sorotan. Dalam percakapan tersebut, muncul komentar dari akun yang tertulis sebagai @andi nanna pemilik nomor 087895295…..yang menanggapi pihak-pihak yang dinilai menyoroti pekerjaan revitalisasi sekolah tersebut.
Dalam komentar percakapan yang beredar, akun tersebut mempertanyakan alasan pekerjaan proyek dipersoalkan dengan komentar yang dinilai bernada sinis dan terkesan menuding pihak pihak tertentu.
“Di kerja lagi sekolah mu… Banyak lagi cincgong mu.. Tdk mungkin itu mau di kasi salah2 krn ada aturan dan RABx… Bawa2 nama masyarakat…” demikian bunyi komentar tersebut, Minggu (13/09).
Komentar berikutnya menyebut masyarakat tidak terlalu mempersoalkan proyek karena lebih fokus mencari penghasilan.
“Masyarakat itu ngak pusing namax proyek. Mereka fokus cari Uang halal, berkebun dan bertani…” tulisnya.Sebut LSM ‘Pemburu Ampao‘
Bagian lain dari percakapan tersebut kemudian menyinggung lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang dinilai kerap melakukan sorotan terhadap proyek pemerintah.
“Yg biasa gencar begini LSM pemburu Ampao. Sibuk ma’cenne gasing klo ada Proyek,” tulis akun @andi nanna dalam percakapan yang disebut terjadi pada Minggu (13/9).
Ungkapan “LSM pemburu Ampao” tersebut menjadi sorotan karena dapat dipersepsikan sebagai tudingan terhadap pihak yang menjalankan fungsi pengawasan sosial.
Aktivis Minta Jangan Generalisasi LSM
Aktivis Komite Konsolidasi Rakyat Bulukumba, Syamsir, turut menanggapi komentar yang beredar tersebut.
Syamsir mengecam keras penggunaan istilah yang dinilainya dapat memberikan kesan negatif terhadap aktivis maupun LSM yang menjalankan fungsi kontrol sosial termasuk.mempertanyakan maksud dan kapasitas komentar tersebut terhadap kegiatan swakelola SDN tersebut.
“Saya heran, ini pemilik akun WhatsApp @andi.nanna dalam komentar itu kesannya sinis. Saya juga tidak kenal dengan orang ini. Kami sarankan si komentator membaca dulu redaksi beritanya, jangan asal komentar yang bisa menjatuhkan secara umum aktivis atau terkesan menuding, kalau mau menuding tolong perlihatkan saya dan buktinya, karena ini bisa menjadi masalah dan kami tidak. segan segan melaporkan pemilikik akun ini dipihak kepolisian”, kata Syamsir.Menurutnya, kritik terhadap proyek pemerintah seharusnya dijawab secara proporsional dengan data, bukan dengan memberikan label kepada pihak yang melakukan pengawasan bukan justru terkesan menyerang kelompok atau pihak yang menyoroti.
Syamsir juga mengatakan pihaknya akan berupaya mencari tahu latar belakang akun yang memberikan komentar tersebut termasuk menelusuri apa kepentingannya dan kapasitasnya dalam proyek di.sekolah tersebut.
“Kami akan mencari tahu ada apa dengan @andi.nanna ini, pemilik nomor yang namanya tertulis memberikan komentar itu. Jangan sampai ada hubungannya dengan kegiatan ini,” ujarnya.
Editor: Sapriaris






Discussion about this post