INformasinasional.com – Kuala Lumpur, Direktur Tourism Malaysia Chennai, Hishamuddin Mustafa, baru saja menutup Musim 2 Ekspedisi Pesisir Malaysia 2026 dengan catatan sukses, 36 pesepeda tangguh asal India dan Uni Emirat Arab (UEA) menuntaskan rute pesisir sejauh lebih dari 350 kilometer.
Ekspedisi yang berlangsung 7–12 September 2026 ini bukan sekadar ajang gowes lintas negara bagian; ia adalah pernyataan strategis bahwa Malaysia serius membidik segmen pariwisata minat khusus (special interest tourism), khususnya cycling tourism, sebagai ujung tombak Kampanye Visit Malaysia 2026–2027.
Rute Epik
Perjalanan dimulai dari Johor Bahru dengan registrasi, perakitan sepeda, dan taklimat keselamatan, sebelum etape pertama sejauh sekitar 115 kilometer dilepas langsung oleh COO Johor Majestic Tourism, Jeffri Munir, menuju Batu Pahat.
Keesokan harinya, rombongan menempuh sekitar 120 kilometer melintasi jalur historis Parit Jawa dan Tangkak, meneruskan langkah ke Muar, lalu Melaka, di mana Tourism Melaka menjamu dengan kuliner khas di Restoran Indian Hari Aum dan menutup hari dengan Melaka River Night Cruise.
Menjelang finis, peserta diarahkan ke Pedas Hot Spring & Resort untuk pemulihan stamina, sebelum merampungkan tantangan di Port Dickson.
Keamanan dan kelancaran konvoi di sepanjang jalur pesisir ini dijaga ketat oleh Polis Diraja Malaysia (PDRM), menegaskan bahwa event berskala internasional seperti ini memerlukan koordinasi lintas institusi yang rapi.
Puncaknya, ekspedisi bermuara di Kuala Lumpur melalui agenda city ride, lalu ditutup dengan Jamuan Makan Malam Apresiasi di ibis Kuala Lumpur City Centre, dihadiri Direktur Kanan Divisi ASAF, Nuwal Fadhilah, serta prosesi penyerahan medali.
Menargetkan Pelancong Berkualitas
Inisiatif ini digawangi Tourism Malaysia Chennai, yang membawahi India Selatan dan Sri Lanka, dan dirancang secara presisi untuk membidik segmen wisatawan berkualitas dari Asia Selatan.
Di tengah pergeseran tren global menuju gaya hidup aktif dan berkelanjutan, wisata sepeda diangkat sebagai niche yang menjanjikan: ia menarik pelancong yang cenderung tinggal lebih lama, membelanjakan lebih banyak, dan kembali berulang kali.
Hishamuddin Mustafa sendiri turun langsung mengayuh pedal bersama rombongan, sebuah simbol komitmen kepemimpinan lapangan yang jarang terlihat dalam promosi pariwisata konvensional.
Kehadirannya di jalur bukan hanya memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan lokal, tetapi juga mengirimkan pesan ke pasar India dan Timur Tengah, Malaysia bukan sekadar destinasi “sekali datang”, melainkan rute berulang yang layak dieksplorasi dalam berbagai musim.
Multiplier Effect
Keberhasilan Ekspedisi Pesisir Malaysia 2026 diyakini memicu efek berganda bagi citra pariwisata Malaysia di mata dunia.
Dengan reputasi yang semakin kukuh sebagai destinasi ramah pesepeda, kaya akan kebugaran, warisan budaya, dan daya tarik kuliner, program ini menjadi amunisi strategis untuk mengakselerasi target besar Kampanye Visit Malaysia 2026–2027, yang telah diperpanjang hingga akhir 2027.
Dalam konteks ini, event seperti Fly & Ride Vol. 2, yang sebelumnya diluncurkan di Chennai dengan rute 400+ kilometer—bukan sekadar paket wisata, melainkan instrumen diplomasi pariwisata yang menghubungkan komunitas pesepeda India dengan lanskap destinasi Malaysia secara langsung.
Ketika narasi “aktif, berkelanjutan, dan imersif” menjadi arus utama pariwisata global, Malaysia tampaknya tidak ingin ketinggalan kereta: ia justru ingin menjadi lokomotif.
Antara Euforia Event dan Keberlanjutan
Namun, di balik euforia event, ada pertanyaan yang layak diajukan: sejauh mana keberhasilan ekspedisi semacam ini diterjemahkan menjadi kebijakan pariwisata yang berkelanjutan? Apakah infrastruktur jalur sepeda, keselamatan pesepeda, dan integrasi dengan ekonomi lokal akan terus diperbaiki, ataukah event ini hanya akan menjadi seremonial tahunan yang indah di brosur?
Jika Malaysia serius menjadikan cycling tourism sebagai pilar Visit Malaysia 2026–2027, maka konsistensi antara event, infrastruktur, dan narasi pemasaran harus dijaga. Tanpa itu, 350 kilometer yang ditaklukkan 36 pesepeda India dan UEA bisa jadi hanya menjadi angka yang mengkilap di siaran pers, bukan fondasi bagi transformasi pariwisata yang lebih dalam.*
Editor: Rizanul






Discussion about this post