INformasinasional.com, MEDAN – Pemerintah terus mempercepat realisasi program strategis nasional disektor pendidikan. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turun langsung meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahap II Kota Medan di Jalan Flamboyan Nomor 5, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Jumat (3/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak ingin proyek pendidikan yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan tanpa pengawasan. AHY memastikan pembangunan berlangsung sesuai target, memenuhi standar kualitas, dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Dalam kunjungan itu, AHY didampingi Anggota DPR RI Komisi V Muh Lokot Nasution, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, jajaran Kementerian PUPR, unsur TNI-Polri, serta pejabat Pemerintah Kota Medan.
Setibanya dilokasi sekitar pukul 10.51 WIB, AHY menerima paparan mengenai perkembangan pembangunan dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR sebelum meninjau langsung setiap bagian kawasan sekolah yang kini terus dikebut penyelesaiannya.
Berdiri diatas lahan sekitar enam hektare, kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi dirancang menjadi kawasan pendidikan modern yang menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu lingkungan belajar yang terpadu.
Sekolah tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.080 siswa, terdiri atas 540 siswa tingkat SD, serta masing-masing 270 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.
Setiap ruang kelas dirancang berkapasitas sekitar 30 siswa guna menciptakan proses belajar yang lebih efektif dan nyaman.
Kawasan pendidikan itu juga dilengkapi laboratorium, asrama putra dan putri, kantin, aula serbaguna, ruang kegiatan seni, fasilitas ekstrakurikuler, masjid, hingga sarana olahraga berupa lapangan sepak bola, mini soccer, dan bola basket.
AHY menegaskan, konsep sekolah berasrama tersebut dirancang agar peserta didik, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa terbebani persoalan ekonomi.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata keberpihakan negara kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Indonesia.
“Kita ingin memastikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan perhatian dan bantuan ekonomi dapat melanjutkan pendidikan dengan baik, layak, dan fokus belajar. Negara harus hadir memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak bangsa,” tegas AHY.
Ia menyebut pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. “Pendidikan adalah jalan paling efektif mengubah masa depan. Dengan pendidikan yang berkualitas, kita ingin menciptakan mobilitas sosial sehingga anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki kesempatan yang sama untuk sukses,” katanya.
AHY juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Medan yang menyediakan lahan, Kementerian PUPR yang membangun infrastruktur, serta seluruh pihak yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga konstruksi.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga dan merawat fasilitas tersebut.
“Membangun infrastruktur adalah langkah awal. Menjaga kualitasnya agar tetap bermanfaat selama bertahun-tahun merupakan tanggung jawab bersama. Maintenance sama pentingnya dengan pembangunan,” katanya lagi.
Diakhir kunjungannya, AHY berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kota Medan mampu melahirkan generasi unggul yang kelak menjadi pemimpin, profesional, dan penggerak pembangunan daerah maupun nasional. “Ini bukan hanya pembangunan gedung sekolah. Ini adalah investasi besar bagi masa depan bangsa. Dari tempat ini kita berharap lahir generasi yang membanggakan, membangun Kota Medan, Sumatera Utara, hingga Indonesia,” kata AHY.
Kunjungan kerja kemudian dilanjutkan dengan penulisan testimoni, konferensi pers, sesi tanya jawab bersama awak media, dan foto bersama sebelum seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 12.20 WIB.
Dengan pengawalan langsung dari Menko AHY, pembangunan Sekolah Rakyat di Medan diharapkan menjadi salah satu ikon pemerataan pendidikan nasional sekaligus bukti nyata komitmen pemerintah menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
Versi ini lebih layak sebagai headline utama portal berita nasional dengan alur yang kuat, bahasa elegan, serta tetap berpegang pada fakta tanpa menambahkan klaim yang tidak didukung sumber.(RMO)
Editor: Misno






Discussion about this post