INformasinasional.com, Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus menunjukkan Kerja Nyata dalam menjawab persoalan overcapacity melalui pelaksanaan akselerasi program integrasi yang kini memasuki gelombang ke-17 dengan melibatkan 52 Warga Binaan. Program ini menjadi langkah konkret dan terukur untuk menyeimbangkan kapasitas hunian, sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan optimal dan berkelanjutan, Selasa (5/5).
Pelaksanaan integrasi dilakukan melalui tahapan ketat dan berbasis data, mulai dari verifikasi administrasi, asesmen risiko, hingga penilaian kesiapan sosial. Selain itu, seluruh peserta integrasi juga diwajibkan mengikuti rangkaian pembinaan pendukung sebagai bekal sebelum kembali ke masyarakat, meliputi wawasan kebangsaan, literasi, keagamaan, motivasi, serta kegiatan olahraga.
Pendekatan ini memastikan bahwa integrasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar mempersiapkan Warga Binaan secara mental, sosial, dan karakter.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa akselerasi program integrasi merupakan implementasi langsung kebijakan nasional yang dijalankan secara serius dan komprehensif.
“Ini adalah bagian dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mengatasi overcapacity dan overcrowding dengan solusi yang menyeluruh. Kami pastikan setiap proses berjalan terukur, berbasis data, dan dibarengi pembinaan yang membentuk kesiapan nyata Warga Binaan,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, Kepala Bidang Pembinaan, Bambang Setiawan, menjelaskan bahwa integrasi merupakan indikator keberhasilan proses pembinaan yang telah dijalankan.
“Warga Binaan yang diusulkan integrasi bukan hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga telah melalui pembinaan secara utuh—mulai dari aspek kepribadian, kedisiplinan, hingga kesiapan sosial. Dengan bekal wawasan kebangsaan, motivasi, dan pembinaan lainnya, kami optimis mereka siap kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Bagi Warga Binaan, program ini menjadi momentum penting untuk memulai kehidupan baru. Salah satu peserta, MS, mengaku bersyukur dapat mengikuti program integrasi. “Saya merasa ini kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali ke keluarga. Semua pembinaan yang kami jalani di sini jadi bekal untuk hidup lebih baik ke depan,” ungkapnya.
Pelaksanaan gelombang ke-17 ini menegaskan konsistensi Lapas Cipinang dalam menjalankan program integrasi secara sistematis, tidak insidental, dan berorientasi hasil. Upaya ini tidak hanya berdampak pada pengurangan kepadatan hunian, tetapi juga memperkuat tujuan utama pemasyarakatan, yaitu membentuk Warga Binaan yang siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. Melalui langkah yang terukur dan berkelanjutan ini,
Lapas Cipinang menegaskan komitmennya menghadirkan pemasyarakatan yang adaptif, humanis, dan berdampak nyata, sejalan dengan semangat Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA.
Reporter: Ragil Surono






Discussion about this post