Informasinasional.com
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
Informasinasional.com
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

Alor Setar Buka Peluang Wisata Lintas Negara Melalui Penghargaan IMT-GT 2026

11/09/2026 08:55
in PERISTIWA
0
Alor Setar Buka Peluang Wisata Lintas Negara Melalui Penghargaan IMT-GT 2026
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

INformasinasional.com, Medan – Penghargaan Carbon and Climate Governance yang diraih Kota Alor Setar melalui program Alor Setar Car Free Saturday (ASCFS) dalam rangkaian Pertemuan Menteri ke-32 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di Medan, Rabu (9/9/2026), tidak hanya menjadi pengakuan atas tata kelola lingkungan perkotaan.

Penghargaan tersebut juga membuka peluang lebih besar bagi Alor Setar untuk memperkuat promosi pariwisata berbasis sejarah, budaya, ruang publik, dan gaya hidup berkelanjutan di kawasan IMT-GT.

Bagi Alor Setar, kota hijau bukan semata-mata soal pengurangan emisi. Ia dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata—ketika pengunjung berjalan kaki menyusuri pusat kota, menikmati bangunan bersejarah, mencicipi kuliner lokal, mengikuti kegiatan komunitas, dan mengenali warisan Kedah dalam suasana yang lebih tertib dan ramah lingkungan.

Car Free Saturday Jadi Daya Tarik Wisata

Program Alor Setar Car Free Saturday dilaksanakan setiap Sabtu pertama tiap bulan dengan menutup jalur kendaraan bermotor sepanjang 5,3 kilometer di pusat kota.

Kegiatan itu diisi dengan berbagai agenda, seperti senam, fun run, eco briskwalk, fun ride, pameran teknologi hijau, gerai makanan dan minuman, serta kegiatan edukasi lingkungan. Pada pelaksanaan perdana Mei 2026, program tersebut diikuti lebih dari 5.000 peserta.

Pada edisi Juni, kegiatan itu mengusung tema Green Heritage Day dan dirangkaikan dengan Alor Setar Heritage Run sepanjang 5 kilometer serta Eco Briskwalk sejauh 2,6 kilometer.

Format semacam ini memberi dimensi baru bagi pariwisata kota. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat objek, tetapi juga ikut mengalami kehidupan kota melalui kegiatan warga, olahraga, kuliner, kesenian, dan agenda kebudayaan.

“Program Car Free Saturday kami laksanakan secara konsisten di jalur sepanjang 5,3 kilometer setiap Sabtu pertama awal bulan dengan mengusung tema yang dinamis, mulai dari isu kesehatan hingga gerakan wakaf untuk masyarakat,” ujar Datuk Bandar Alor Setar, Dato’ Haji Abdul Gafar bin Yahya.

Menurut Abdul Gafar, kekuatan program tersebut terletak pada keterlibatan banyak pihak. Masyarakat, tokoh politik, pelaku usaha, lembaga pendidikan, serta Kerabat Diraja Kedah ikut mendukung pelaksanaannya.

“Kesuksesan inisiatif ini tidak lepas dari pelibatan berbagai lapisan masyarakat, para tokoh politik, hingga dukungan penuh dari Kerabat Diraja, termasuk Sultan Kedah dan Raja Muda yang turut memberikan teladan,” katanya.

Menjual Sejarah, Budaya, dan Lanskap

Alor Setar memiliki modal pariwisata yang kuat. Kota ini merupakan ibu kota Negeri Kedah yang berdiri sejak 1735 serta memiliki jejak sejarah Kesultanan Kedah yang panjang.

Daya tarik tersebut diperkuat oleh keberadaan berbagai situs sejarah dan budaya, seperti Masjid Zahir, Menara Alor Setar, Balai Besar, Menara Nobat, Galeri Seni Negeri Kedah, Museum Negeri Kedah, Museum Padi, hingga Gunung Keriang. Sejumlah daftar destinasi wisata juga menempatkan kawasan-kawasan tersebut sebagai atraksi utama Alor Setar.

Baca juga  Pembentukan P2SP dan Transfaransi Proyek Rp765 Juta TK Negeri di Bontomatene Dipertanyakan Warga

Kekayaan itu membuat Alor Setar memiliki karakter wisata yang berbeda. Kota ini tidak mengandalkan wisata belanja atau hiburan semata, tetapi menawarkan perjalanan menyusuri sejarah, kesultanan, arsitektur, agama, pertanian, dan kehidupan masyarakat Kedah.

Hamparan sawah padi serta Gunung Keriang menambah keunikan lanskapnya. Bagi wisatawan dari Medan, Pekanbaru, dan kota-kota lain di kawasan IMT-GT, Alor Setar dapat dipasarkan sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya yang relatif dekat, tenang, dan memiliki pengalaman lokal yang kuat.

“Sebagai ibu kota Negeri Kedah yang berdiri sejak 1735 dan berusia lebih dari 290 tahun, Alor Setar memiliki warisan Kesultanan Kedah serta lanskap persawahan dan Gunung Keriang,” tutur Abdul Gafar.

Medan sebagai Mitra Promosi

Dalam kunjungan pertamanya ke Medan, Abdul Gafar mengaku terkesan dengan penataan Lapangan Merdeka atau Laman Merdeka serta kawasan cagar budaya dan ekonomi kreatif Warehouse Singapura atau Singhub.

“Saya sangat mengagumi penataan dan pembangunan ruang publik di Lapangan Merdeka atau Laman Merdeka serta kawasan cagar budaya dan ekonomi kreatif seperti Warehouse Singapura atau Singhub,” ujarnya.

Ketertarikan tersebut menunjukkan adanya peluang pertukaran pengalaman di bidang pariwisata kota. Alor Setar memiliki kekuatan pada warisan kesultanan, bangunan bersejarah, wisata padi, dan lanskap budaya. Medan memiliki sejarah kota, kawasan kolonial, kuliner, ruang kreatif, serta posisi strategis sebagai pintu masuk Sumatera Utara.

Kedua kota dapat membangun paket wisata lintas destinasi, misalnya:

– wisata sejarah dan kuliner Medan–Alor Setar;
– jelajah warisan kota dan ruang publik;
– paket wisata budaya Kedah dan Sumatera Utara;
– promosi wisata berbasis car free day;
– pertukaran festival, komunitas kreatif, dan pelaku UMKM;
– kerja sama promosi melalui media dan platform digital.

Dalam konteks ini, IMT-GT dapat berfungsi sebagai jembatan promosi pariwisata, bukan hanya forum kerja sama ekonomi. Hubungan antarwilayah akan lebih mudah dirasakan masyarakat apabila diterjemahkan menjadi perjalanan wisata, pertukaran budaya, kegiatan komunitas, dan transaksi ekonomi lokal.

Pekanbaru dan Rantai Wisata Regional

Abdul Gafar juga menyebut ketertarikannya terhadap pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular di Pekanbaru. Pengalaman tersebut relevan bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Kota wisata tidak cukup hanya memiliki objek menarik. Ia juga harus mampu mengelola sampah, menyediakan transportasi yang nyaman, menjaga kebersihan ruang publik, melindungi kawasan bersejarah, dan memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat.

Karena itu, kerja sama antara Alor Setar, Medan, dan Pekanbaru dapat dikembangkan dalam bentuk rantai wisata regional. Alor Setar menawarkan warisan sejarah dan budaya Kedah, Medan menghadirkan urban heritage serta kuliner, sementara Pekanbaru dapat memperkuat narasi ekonomi kreatif dan pengelolaan lingkungan perkotaan.

Kolaborasi tersebut akan semakin kuat apabila melibatkan pemerintah daerah, maskapai, pelaku hotel dan restoran, biro perjalanan, komunitas budaya, UMKM, media massa, serta pembuat konten digital.

Dari Forum Menteri ke Pengalaman Wisata

Pertemuan Menteri IMT-GT ke-32 di Medan seharusnya tidak berhenti pada pernyataan kerja sama. Agenda tersebut perlu menghasilkan produk pariwisata yang dapat dirasakan masyarakat.

Car Free Saturday Alor Setar memberikan contoh bahwa kebijakan lingkungan dapat sekaligus menjadi atraksi wisata. Jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan diubah menjadi ruang berjalan kaki, tempat berolahraga, lokasi pertunjukan, pasar kuliner, dan panggung promosi budaya.

Inilah wajah pariwisata masa depan: bukan sekadar mengejar jumlah kunjungan, melainkan menghadirkan kota yang nyaman, bersih, berkarakter, dan memiliki cerita.

“Melalui momentum IMT-GT 2026 ini, kami mendorong kolaborasi erat antara masyarakat, sektor swasta, dan media untuk memperkuat silaturahmi serta pariwisata antara Alor Setar, Medan, Pekanbaru, dan kawasan lainnya,” pungkas Abdul Gafar.

Jika jejaring itu dirawat secara konsisten, penghargaan yang diterima Alor Setar bukan hanya menjadi trofi tata kelola iklim. Ia dapat menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya koridor wisata baru: dari Medan ke Alor Setar, dari sejarah Melayu ke kota modern, dan dari kerja sama antar pemerintah menuju pengalaman perjalanan yang nyata bagi masyarakat.

Editor: Rizanul.

Post Views: 604
Previous Post

Perubahan APBD Langkat 2026 Sebesar Rp2,87 Triliun Disahkan DPRD

Next Post

Pembentukan P2SP dan Transfaransi Proyek Rp765 Juta TK Negeri di Bontomatene Dipertanyakan Warga

Next Post
Pembentukan P2SP dan Transfaransi Proyek Rp765 Juta TK Negeri di Bontomatene Dipertanyakan Warga

Pembentukan P2SP dan Transfaransi Proyek Rp765 Juta TK Negeri di Bontomatene Dipertanyakan Warga

Discussion about this post

BERITA TERBARU

Polda Sumut Gagalkan 144 Balpres Monza di Tol Sergai, Potensi Kerugian Negara Rp432 Juta

Polda Sumut Gagalkan 144 Balpres Monza di Tol Sergai, Potensi Kerugian Negara Rp432 Juta

30/10/2026 16:10
Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

29/10/2026 22:06
Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

29/10/2026 20:19
277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

29/10/2026 18:00

Follow Us

Informasinasional.com

Informasi Yang Menambah Wawasan

KURS BANK INDONESIA (BI)

KATEGORI

  • ADVETORIAL (72)
  • AGRIBISNIS (66)
  • BERITA VIDIO (36)
  • DAERAH (3,378)
  • Desa Kita (29)
  • EKONOMI (697)
  • HUKUM (1,207)
  • INSFRASTRUKTUR (376)
  • INTERNASIONAL (639)
  • KRIMINAL (522)
  • KULINER (48)
  • NASIONAL (902)
  • OLAHRAGA (722)
  • OPINI (41)
  • OTOMOTIF (44)
  • PERISTIWA (1,559)
  • PILKADA (65)
  • POLITIK (562)
  • RAGAM (202)
  • TRENDING (2,695)
  • UMUM (795)
  • VIDIO (13)
  • REDAKSI
  • ABOUT-US
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2023 Informasinasional.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

© 2023 Informasinasional.com