INformasinasional.com, SUMBAGUT — Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) pada Jumat malam (22/5/2026) tak hanya memicu kepanikan warga, tetapi juga mengguncang sektor ekonomi dan dunia usaha.
Gangguan kelistrikan berskala besar itu diperkirakan berpotensi menimbulkan kerugian hingga triliunan rupiah akibat lumpuhnya aktivitas perdagangan, industri, hingga layanan digital disejumlah provinsi di Pulau Sumatera.
Blackout mulai terjadi sekitar pukul 18.44 WIB dan menyebabkan jutaan warga di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat hingga Jambi mendadak terjebak dalam gelap gulita. Aktivitas masyarakat lumpuh dalam hitungan menit, mulai dari pusat perbelanjaan, restoran, minimarket, hotel, hingga fasilitas publik.
Dampak paling serius dirasakan pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik dan sistem transaksi digital. Banyak gerai ritel, restoran, hingga pelaku UMKM terpaksa menghentikan operasional karena mesin kasir, jaringan internet, dan sistem pembayaran elektronik tidak dapat digunakan.
Selain kehilangan omzet, dunia usaha juga dibebani lonjakan biaya operasional. Pengusaha yang mengandalkan mesin pendingin, gudang penyimpanan, hingga industri pengolahan makanan harus mengeluarkan biaya besar untuk mengoperasikan genset demi menyelamatkan produk dan menjaga aktivitas produksi tetap berjalan.
Tak hanya itu, pemadaman mendadak juga memicu kekhawatiran terhadap potensi kerusakan alat elektronik dan mesin industri akibat lonjakan tegangan saat sistem listrik dipulihkan secara bertahap.
Situasi mencekam terlihat disejumlah kota besar seperti Medan, Pekanbaru, dan wilayah lainnya di Sumatera Utara. Lampu jalan padam total, lampu lalu lintas tidak berfungsi, sementara pusat aktivitas masyarakat mendadak lumpuh. Kemacetan dan kekhawatiran pengguna jalan tak terhindarkan akibat minimnya penerangan.
Sebahagian Pulai Sumatera, warga menyebut suasana malam saat blackout seperti kembali keera 1970-an ketika listrik belum menjangkau sebagian besar daerah. Kawasan permukiman, pusat usaha, hingga fasilitas umum tenggelam dalam gelap selama berjam-jam sejak senja hingga fajar terbit diupuk timur.
PT PLN (Persero) akhirnya buka suara terkait insiden tersebut. Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan padamnya aliran listrik disejumlah wilayah Sumatera.
“Saat ini tengah dilakukan pemeriksaan atas gangguan sistem kelistrikan yang terjadi pada sejumlah wilayah di Sumatera,” kata Gregorius dalam keterangannya, Jumat malam.
PLN menyebut tim teknis telah diterjunkan keberbagai titik guna melakukan pengecekan menyeluruh terhadap jaringan dan sistem transmisi yang terdampak. Proses pemulihan disebut dilakukan secara bertahap untuk menghindari gangguan lanjutan pada sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera.
Sementara itu, Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau PLN, I Komang Gede Sastrawan, mengungkapkan gangguan terjadi akibat terpisahnya sistem interkoneksi Sumatera Bagian Tengah dan Sumatera Bagian Utara.
“Info sementara pukul 18.44 WIB sistem Sumatera Bagian Utara–Sumatera Bagian Tengah terpisah dan Sumatera Bagian Utara padam total. Beban padam masih didata,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Sabtu (23/5/2026) pukul 03.00 dini hari, PLN masih melakukan proses penormalan jaringan disejumlah wilayah terdampak. Masyarakat dan pelaku usaha kini berharap pemulihan listrik dapat segera dilakukan secara total agar aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan kehidupan sosial tidak semakin terganggu.(Misn’t)
Editor: Misno





Discussion about this post