INformasinasional.com, Pasaman Barat–GEBU Minang Peduli terus mengambil peran aktif dalam upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatera Barat. Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk hadir langsung di tengah masyarakat terdampak guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Koordinator GEBU Minang, Hj. Emma Yohanna, menyampaikan bahwa GEBU Minang tidak ingin masyarakat berjuang sendiri setelah bencana melanda.
“Kami tidak ingin masyarakat berjuang sendiri setelah bencana. GEBU Minang hadir untuk memastikan pemulihan berjalan dan kehidupan warga bisa kembali normal,” ujar Hj. Emma Yohanna saat meninjau lokasi terdampak banjir dan longsor di Kampuang Pasanggiangan, Jorong Perhimpunan, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, pada tahap awal GEBU Minang Peduli telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,3 miliar untuk membantu masyarakat korban bencana di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Emma Yohanna juga menyampaikan pesan Ketua GEBU Minang, Osman Sapta Odang, yang meminta seluruh pengurus dan anggota GEBU Minang untuk terlibat aktif dalam membantu pemulihan pascabencana di Sumbar.
Sebelumnya, sejumlah program bantuan GEBU Minang Peduli telah rampung dilaksanakan di Kabupaten Agam.
“Tahap pertama ini kami tuntaskan lebih dulu di Kabupaten Agam. Selanjutnya, bantuan akan terus berlanjut ke daerah terdampak lainnya secara bertahap,” jelasnya.
Pemulihan Infrastruktur di Kecamatan Malalak
Di Jorong Sini Air, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, GEBU Minang Peduli melakukan pembersihan aliran irigasi sepanjang kurang lebih 70 meter yang tertimbun tanah, pengerukan sungai dari material bebatuan akibat galodo, serta penggalian pondasi untuk pembangunan jembatan gantung permanen.
Hasilnya, aliran irigasi utama kini kembali terbuka dan sungai mengalir lebih lancar. Pondasi jembatan penghubung juga telah selesai digali, dan pengerjaan selanjutnya akan dilanjutkan oleh TNI.
“Yang berat sudah kami selesaikan. Sisanya akan dikerjakan bersama masyarakat secara gotong royong. Inilah kekuatan kita di Minangkabau,” ungkapnya.
Sementara itu, di Jorong Cimpago, Nagari Malalak Utara, dilakukan pembukaan jalan usaha tani sepanjang kurang lebih 300 meter yang sebelumnya tertimbun material galodo. Jalan tersebut kini kembali dapat dilalui sehingga memudahkan warga mengangkut hasil pertanian.
“Ketika akses terbuka, ekonomi warga bisa bergerak lagi. Itu yang paling penting setelah bencana,” katanya.
Di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, GEBU Minang Peduli juga memberikan bantuan pembangunan jembatan penghubung jalan usaha tani yang kini menjadi akses utama warga untuk mobilitas dan distribusi hasil panen.
Selain itu, di Jorong Cimpago, Nagari Malalak Utara, pembukaan saluran irigasi sepanjang kurang lebih 200 meter berhasil dilakukan sehingga aliran air kembali mengalir ke sawah dan permukiman warga.
“Bantuan ini bukan sekadar membangun fisik, tetapi mengembalikan harapan masyarakat yang sempat terhenti oleh bencana,” tutup Hj. Emma Yohanna.
Reporter: SYAFRIZAL






Discussion about this post