INformasinasional.com, Jakarta,- Peta persaingan menuju kepemimpinan DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) periode 2026-2031 mulai bergeliat. Dr. Ns. Jajang Rahmat Solihin, M.Kep., Sp.Kep.Kom., secara terbuka menyatakan kesiapan maju sebagai Bakal Calon Ketua Umum DPP PPNI, membawa agenda pembaruan organisasi dengan satu gagasan utama: “PPNI Kembali Untuk Anggota.”
Bukan sekadar pergantian kepemimpinan, Jajang menawarkan arah baru yang menempatkan perlindungan dan kesejahteraan anggota sebagai fokus utama organisasi. Ia menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan profesi perawat, mulai dari persoalan hukum dan kriminalisasi tenaga kesehatan, ketimpangan upah, hingga terbatasnya akses pengembangan kompetensi.
Ditemui wartawan pada Rabu (7/10/2026), Jajang menegaskan PPNI harus mampu hadir secara nyata ketika anggotanya menghadapi persoalan di lapangan. Melalui gagasan yang dibawanya, ia ingin memperkuat marwah profesi sekaligus menempatkan perawat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam organisasi.
“PPNI harus kembali menjadi rumah bagi seluruh anggotanya. Perawat harus mendapatkan perlindungan, kesejahteraan, kesempatan berkembang, dan ruang yang lebih kuat dalam menentukan arah kebijakan kesehatan,” ujar Jajang.
LIMA AGENDA BESAR JAJANG
Untuk mewujudkan visi tersebut, Jajang menawarkan lima prioritas perjuangan strategis.
Pertama, perlindungan hukum dan profesi. Jajang menggagas penguatan Badan Bantuan Hukum (BBH) berbasis sistem digital terpadu. Sistem tersebut diarahkan untuk memberikan akses pengaduan yang cepat dan terbuka sekaligus pendampingan hukum langsung bagi perawat yang menghadapi persoalan di lapangan.
Kedua, kesejahteraan dan transparansi iuran. Ia mengusulkan pembentukan badan advokasi kebijakan upah serta pengelolaan iuran anggota secara transparan melalui skema dividen iuran yang dialokasikan kembali untuk kepentingan anggota, antara lain beasiswa, modal usaha, dan jaminan sosial.
Ketiga, pengembangan kompetensi gratis. Jajang menggagas pembentukan Dewan Pakar untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Di saat yang sama, ia mendorong tersedianya pelatihan berkelanjutan secara cuma-cuma yang diakui secara resmi oleh fasilitas pelayanan kesehatan dan Kementerian Kesehatan.
Keempat, penguatan daya saing global. Perawat Indonesia, menurut gagasan Jajang, perlu dipersiapkan menghadapi pasar kerja internasional dengan standar kompetensi global, penguasaan bahasa asing, serta jaminan perlindungan negara.
Kelima, peningkatan pengaruh dalam kebijakan kesehatan. Jajang ingin PPNI memiliki posisi lebih kuat sebagai subjek penentu kebijakan kesehatan di tingkat regulator nasional, Kementerian Kesehatan, maupun lembaga legislatif.
Kesiapan Jajang maju dalam bursa kepemimpinan DPP PPNI ditopang pengalaman panjang di dunia keperawatan, birokrasi kesehatan, pendidikan, dan organisasi profesi.
Pada Mei 2026, Jajang tercatat menjabat sebagai Kepala Bidang Keperawatan RSKD Duren Sawit. Sebelumnya, pada November 2025 hingga Mei 2026, ia menjabat Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Cilincing.
Ia juga pernah menjadi Kepala Subbagian Tata Usaha PK3D pada 2024-November 2025 serta Kepala Subbagian Tata Usaha Pusat Pelatihan Kesehatan Daerah (Puslatkesda) Provinsi DKI Jakarta periode 2019-2023.
Jajang juga memiliki pengalaman sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Akper Jayakarta, staf Program Surveilans Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, staf Program Surveilans Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur, hingga perawat Puskesmas Kecamatan Pulo Gadung.
Di organisasi profesi, Jajang tercatat sebagai Ketua DPW PPNI DKI Jakarta periode 2015-2020 dan 2020-2027. Ia juga pernah menjabat Ketua PPNI Jakarta Timur, Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI), serta Wakil Ketua PP IPKKI.
Saat ini, Jajang juga tercatat sebagai Ketua ILUNI UI FIK periode 2025-2028.
Dari sisi pendidikan, Jajang menyelesaikan pendidikan Doktoral FEB Universitas Pelita Harapan pada 2025. Sebelumnya, ia meraih Spesialis Keperawatan Komunitas dan Magister Keperawatan dari Universitas Indonesia, serta pendidikan S1 Ners UI dan Akademi Keperawatan Wijaya Husada Bogor.
Dengan visi dan lima agenda strategis tersebut, Jajang mengajak seluruh elemen perawat dari Sabang sampai Merauke untuk bersama-sama membangun PPNI sebagai rumah perlindungan dan kemajuan profesi.
Deklarasi kesiapan maju tersebut sekaligus menjadi penegasan arah yang ingin dibawanya dalam kepemimpinan PPNI periode 2026-2031: memperkuat perlindungan profesi, memperjuangkan kesejahteraan anggota, membuka akses pengembangan kompetensi, memperluas daya saing global, serta memperbesar ruang PPNI dalam menentukan kebijakan kesehatan nasional .
Reporter: Ragil Surono






Discussion about this post