INformasinasional.com, TAPSEL – Lintas Pantai Barat Sumatera Utara yang menjadi nadi transportasi Tapanuli Selatan–Mandailing Natal lumpuh total. Sekitar 20 meter badan Jalan Nasional dikawasan Danau Siais, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, amblas dan terbelah bak disayat, Senin (24/11/2025) sore.
Jalur strategis ditepian Danau Siais yang juga menghadap langsung ke Samudera Indonesia itu kini hanya menyisakan jurang menganga. Tak ada satu pun kendaraan mampu menerobosnya. Tapsel–Madina seperti tercabut dari peta mobilitas.
Petugas PPK Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian PUPR terlihat sibuk mengukur dan memetakan kerusakan. Namun hingga malam tiba, tak satu pun alat berat bekerja. Semua masih berkutat pada observasi dan kalkulasi.
“Amblas setelah hujan deras sejak pagi. Sekitar pukul 16.00 WIB tiba-tiba bruk! Jalannya hilang,” tutur Aswin Harahap, warga setempat yang pertama kali melihat jalur itu terputus. Ia mengaku bersyukur tak ada mobil atau sepeda motor melintas saat tanah tersebut anjlok. “Kalau ada, tamat riwayatnya.”
Aswin menyebut kawasan ini sebelumnya tak pernah mengalami kerusakan sedramatis ini. “Ini yang paling parah. Bisa berminggu-minggu baru bisa dilewati lagi,” ujarnya cemas.
Lokasi longsor tak jauh dari kantor Dinas Perikanan dan rumah makan yang berdiri dekat bukit yang dibelah. Titik yang selama ini dianggap aman, tiba-tiba memberontak.
Anggota DPRD Tapsel dari Partai Gerindra, Irmansyah Siregar, menegaskan pihaknya sudah meneriakkan kondisi ini kepemerintah pusat dan daerah. “BBPJN dan Pemkab sudah berkoordinasi. Tindakan darurat harus segera. Ini jalan rakyat, bukan akses biasa,” katanya dengan nada keras.
Sampai berita ini diturunkan, gelap menyelimuti jurang baru di Danau Siais. Jalan yang seharusnya menyambung kehidupan, justru berubah menjadi peringatan keras: infrastruktur kita rapuh. Pemerintah harus bergerak cepat, sebelum jurang itu melebar menjadi bencana yang lebih dalam.(Misn’t)






Discussion about this post