INformasinasional.com, PADANG – Jalur vital penghubung Kota Padang dan Bukittinggi kembali diterpa bencana. Longsor besar yang terjadi dikawasan Lembah Anai, tepatnya di Kilometer 66.700 dekat kawasan Jembatan Kembar, Kabupaten Tanah Datar, Rabu (24/6/2026) siang, menyebabkan akses utama transportasi di Sumatera Barat lumpuh total.
Material longsor berupa tanah, batu berukuran besar, dan reruntuhan tebing menutup seluruh badan jalan, membuat arus kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas. Aparat kepolisian langsung menutup total jalur tersebut demi menghindari risiko jatuhnya korban jiwa akibat kemungkinan longsor susulan.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, mengungkapkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.38 WIB saat kondisi cuaca dikawasan tersebut masih berpotensi memicu pergerakan tanah.
“Pada hari ini, Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 13.38 WIB telah terjadi longsor dijalur Lembah Anai tepatnya di KM 66.700. Material longsor menutupi badan jalan sehingga arus lalu lintas tidak dapat dilalui kendaraan,” katanya.
Peristiwa tersebut sontak mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi barang yang selama ini mengandalkan jalur strategis Padang–Bukittinggi. Sejumlah kendaraan terlihat terjebak dikedua sisi jalan, sementara petugas melakukan pengamanan dan pengalihan arus menuju jalur alternatif.
Kondisi Masih Berbahaya, Batu Terus Berjatuhan
Meski sejumlah alat berat telah dikerahkan kelokasi, proses pembersihan material longsor belum dapat dilakukan secara maksimal. Kondisi tebing yang masih labil membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati.
“Bebatuan masih berjatuhan. Kondisi tanah dan tebing masih labil,” kata Pifzen.
Situasi tersebut membuat tim gabungan belum berani membuka akses kendaraan. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama sebelum proses evakuasi material dilakukan secara menyeluruh.
Diinformasikan dilapangan, material longsor menutupi hampir seluruh badan jalan dan berpotensi bertambah apabila terjadi hujan atau pergerakan tanah lanjutan. Kawasan Lembah Anai sendiri dikenal sebagai salah satu titik rawan longsor di Sumatera Barat karena berada dikawasan perbukitan dengan kontur tebing curam.
Polisi Tutup Total Jalur Lembah Anai
Untuk mengantisipasi bahaya yang lebih besar, kepolisian memutuskan menutup total jalur Lembah Anai hingga kondisi benar-benar aman dan proses pembersihan selesai dilakukan.
“Kami mengimbau kepada pengendara yang ingin melewati jalan Lembah Anai agar mencari jalur alternatif lainnya, karena untuk sementara waktu jalur Lembah Anai kami tutup,” katanya.
Polisi juga meminta masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintas atau mendekati lokasi longsor karena ancaman longsor susulan masih sangat tinggi.
“Untuk sementara kami minta pengendara yang ingin lewat tidak melintas, mencari jalur alternatif atau menunggu sampai kondisi memungkinkan,” tambahnya.
Putusnya akses Padang–Bukittinggi akibat longsor ini kembali mengingatkan pentingnya mitigasi bencana dikawasan Lembah Anai yang selama ini menjadi urat nadi transportasi Sumatera Barat. Jalur tersebut tidak hanya menghubungkan ibu kota provinsi dengan sejumlah daerah diwilayah tengah Sumbar, tetapi juga menjadi akses utama aktivitas ekonomi, pariwisata, dan distribusi logistik.
Hingga Rabu sore, petugas masih bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan kondisi tebing dan memastikan tidak ada kendaraan yang nekat melintas. Sementara itu, masyarakat diimbau terus mengikuti informasi resmi dari pihak kepolisian dan instansi terkait mengenai perkembangan penanganan longsor serta pembukaan kembali jalur tersebut.
Dengan kondisi tanah yang masih bergerak dan bebatuan yang terus berjatuhan, Lembah Anai kembali menunjukkan wajah ganasnya. Untuk sementara, salah satu jalur paling sibuk di Sumatera Barat itu harus terhenti, menunggu alam kembali bersahabat.*
Editor: Misno






Discussion about this post