Informasinasional.com
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
Informasinasional.com
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Tembus 469 Orang, 977 Masih Hilang Kontak

29/08/2026 06:44
in INTERNASIONAL, TRENDING
0
Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Tembus 469 Orang, 977 Masih Hilang Kontak

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Tembus 469 Orang, 977 Masih Hilang Kontak. (foto: Reuters)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

INformasinasional.com, NEPAL – Bencana banjir bandang dahsyat yang menerjang sejumlah wilayah di Nepal berubah menjadi tragedi kemanusiaan berskala besar. Jumlah korban tewas dilaporkan terus bertambah dan kini mencapai 469 orang, sementara ratusan lainnya masih belum diketahui nasibnya.

Ditengah medan yang tertutup lumpur, bebatuan dan material longsoran, tim penyelamat terus berpacu dengan waktu. Sebanyak 1.545 orang dilaporkan berhasil diselamatkan, namun 977 orang lainnya masih hilang kontak dan dikhawatirkan menjadi korban dari dahsyatnya terjangan material dari kawasan pegunungan.
Tragedi ini tidak hanya menghancurkan permukiman dan infrastruktur, tetapi juga memisahkan keluarga dalam hitungan detik.

Salah seorang penyintas, seorang pria berusia 68 tahun bernama Baral, masih mengingat dengan jelas detik-detik ketika material lumpur dalam jumlah besar datang menerjang.
“Lumpur dalam jumlah sangat besar tiba-tiba menerjang langsung kearah kami,” ungkapnya dari satu rumah sakit kecil di Nepal.

Ketika aliran lumpur menerobos masuk kerumahnya, Baral berusaha menyelamatkan istrinya. Ia mencoba meraih tangan perempuan yang selama ini menemaninya, namun derasnya arus material tidak memberinya kesempatan.
Istrinya terseret bersama lumpur.
“Istri saya masih berada disuatu tempat dibawah lumpur,” katanya dengan suara pilu. “Dia sudah tiada.”

Ratusan Tewas, Wisatawan Asing Ikut Hilang

Pemerintah Nepal memperkirakan skala bencana kali ini sangat besar. Sedikitnya 469 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih dalam pencarian.
Dalam laporan awal, sekitar 910 orang disebut masih hilang, termasuk kurang lebih 517 wisatawan asing. Namun, perkembangan operasi pencarian kemudian menunjukkan jumlah orang yang belum berhasil dihubungi mencapai angka yang lebih besar, yakni 977 orang.

Tim penyelamat kini menghadapi tantangan berat. Tebalnya lumpur, longsoran material, kondisi medan pegunungan serta ancaman bencana susulan membuat proses pencarian berlangsung dalam situasi yang sangat berbahaya.

Disejumlah titik, petugas harus menembus kawasan yang tertimbun material dalam jumlah besar untuk mencari kemungkinan adanya korban yang masih tertimbun.

Pada awalnya, pemerintah Nepal menduga bencana tersebut dipicu oleh gempa bumi berkekuatan 4,4 magnitudo yang terjadi didekat kawasan perbatasan.
Namun, analisis yang berkembang kemudian mengarah pada kemungkinan berbeda.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), aktivitas yang sebelumnya tercatat sebagai peristiwa seismik tersebut kemungkinan bukan gempa bumi dalam pengertian konvensional, melainkan berkaitan dengan runtuhan gletser yang kemudian memicu longsoran material dalam skala besar.

Runtuhan es, batu dan sedimen dari kawasan pegunungan diduga meluncur deras menuju wilayah yang lebih rendah, menciptakan gelombang material yang menghantam kawasan dihilir dengan kekuatan dahsyat.

Temuan tersebut sejalan dengan pengamatan awal sejumlah pejabat Departemen Hidrologi dan Meteorologi Nepal yang disampaikan kepada BBC.
Dari sejumlah gambar yang diperiksa, terlihat massa es dalam jumlah besar yang diduga berasal dari gletser runtuh dari lereng gunung disisi Tibet.

Baca juga  UU PERAMPASAN ASET DIBURU DPR, PATRIOT BOND SUDAH PUNYA 'TAMENG' HUKUM, DIMANA UJUNG KEKUATAN NEGARA MENGHADAPI HARTA KORUPTOR?

Material tersebut kemudian meluncur kebawah bersama batuan dan sedimen, berubah menjadi arus penghancur yang menerjang jalur-jalur dibawahnya.

Pemerintah Nepal juga mengembangkan kemungkinan lain mengenai mekanisme bencana tersebut.
Salah satu teori menyebut material longsoran sempat menyumbat aliran Sungai Lhende, membentuk semacam bendungan alami.
Jika teori itu benar, air diduga terus menumpuk dibelakang timbunan material hingga akhirnya bendungan alami tersebut tidak mampu menahan tekanan dan jebol.

Ketika itu terjadi, gelombang air bercampur lumpur, batu dan sedimen dapat meluncur secara tiba-tiba kewilayah hilir dengan daya rusak yang sangat besar.
Namun, teori tersebut belum sepenuhnya dapat dipastikan.
Sejumlah ahli mengingatkan bahwa bukti mengenai adanya penyumbatan Sungai Lhende masih terbatas.

Pakar kajian bencana dari Universitas Tribhuvan Nepal, Basanta Raj Adhikari, mengatakan kepada BBC News Nepali bahwa tidak terdapat laporan mengenai penurunan debit maupun permukaan air Sungai Lhende sebelum banjir bandang terjadi.
Padahal, apabila sungai sempat terbendung dalam waktu tertentu, perubahan debit air dibagian hilir biasanya dapat terdeteksi.

Menurut Adhikari, banjir bandang tersebut justru bisa terjadi secara langsung akibat longsoran es dan batu dalam jumlah besar yang dipicu runtuhnya gletser.

Ditengah operasi pencarian, kekhawatiran baru mulai muncul.
Para ahli memperingatkan bahwa kawasan terdampak belum sepenuhnya aman. Struktur lereng dan material dikawasan pegunungan masih berpotensi bergerak.

Adhikari bahkan mengingatkan kemungkinan munculnya “gelombang bahaya kedua dan ketiga”.
“Kita masih belum tahu,” katanya.

Ia mengatakan terus berkomunikasi dengan rekan-rekannya di China yang sedang melakukan pemantauan terhadap kondisi dikawasan pegunungan dan wilayah yang berada disekitar sumber bencana.

Kondisi cuaca memang dilaporkan tidak menunjukkan hujan deras. Namun, ancaman belum sepenuhnya berakhir.
“Saat ini tidak ada hujan deras, tetapi longsor masih bisa terjadi,” cetusnya.

Peringatan tersebut menjadi perhatian serius bagi tim penyelamat dan masyarakat yang berada dikawasan rawan.

Sementara itu, sejumlah ahli glasiologi menilai bukti terbaru membuat kemungkinan bencana dipicu oleh jebolnya danau gletser atau Glacial Lake Outburst Flood (GLOF) semakin kecil.
GLOF merupakan fenomena ketika air dalam jumlah besar yang tersimpan didanau gletser tiba-tiba keluar setelah bendungan alami yang menahan air tersebut runtuh atau jebol.

Bendungan alami itu dapat terbentuk dari es, batu maupun sedimen.
Jika bendungan tersebut runtuh, air dapat mengalir secara tiba-tiba dan menciptakan banjir bandang dengan kekuatan luar biasa.

Namun, dalam tragedi terbaru di Nepal, para ahli kini lebih mengarah pada kemungkinan bahwa runtuhan gletser dan longsoran es serta batu dalam skala besar menjadi pemicu utama gelombang penghancur tersebut.
Meski demikian, penyebab pasti dan rangkaian lengkap peristiwa masih terus diteliti.

Ditengah ketidakpastian itu, satu hal sudah menjadi kenyataan pahit bagi Nepal, ratusan nyawa telah melayang, ribuan orang terdampak, dan ratusan lainnya masih berada dalam daftar pencarian.

Bagi Baral, bencana itu bukan sekadar angka statistik.
Dibawah tumpukan lumpur yang kini menutup kawasan tempat tinggalnya, ia masih menyimpan harapan sekaligus kesedihan atas istrinya yang terseret arus.

Sementara tim penyelamat terus menggali dan menyisir wilayah terdampak, Nepal kini berpacu dengan waktu, mencari para korban yang masih hilang, sekaligus menghadapi ancaman bahwa pegunungan yang belum stabil itu dapat kembali melepaskan gelombang bahaya berikutnya.(sumber: BBC)

Editor: Ardiansyah

Post Views: 553
Tags: 469 Orang977 Hilang KontakBanjir bandangKorban TewasNepal
Previous Post

UU PERAMPASAN ASET DIBURU DPR, PATRIOT BOND SUDAH PUNYA ‘TAMENG’ HUKUM, DIMANA UJUNG KEKUATAN NEGARA MENGHADAPI HARTA KORUPTOR?

Next Post

Warga Sungapan Pemalang Berharap Waindun Jadi Kades Sampai Rela Patungan Dana Kampanye

Next Post
Warga Sungapan Pemalang Berharap Waindun Jadi Kades Sampai Rela Patungan Dana Kampanye

Warga Sungapan Pemalang Berharap Waindun Jadi Kades Sampai Rela Patungan Dana Kampanye

Discussion about this post

BERITA TERBARU

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

29/10/2026 22:06
Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

29/10/2026 20:19
277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

29/10/2026 18:00
Revitalisasi Hutan Kota, 387 Pohon Bibit Buah di Tanam

Revitalisasi Hutan Kota, 387 Pohon Bibit Buah di Tanam

29/10/2026 16:48

Follow Us

Informasinasional.com

Informasi Yang Menambah Wawasan

KURS BANK INDONESIA (BI)

KATEGORI

  • ADVETORIAL (72)
  • AGRIBISNIS (66)
  • BERITA VIDIO (36)
  • DAERAH (3,378)
  • Desa Kita (29)
  • EKONOMI (697)
  • HUKUM (1,207)
  • INSFRASTRUKTUR (376)
  • INTERNASIONAL (639)
  • KRIMINAL (521)
  • KULINER (48)
  • NASIONAL (902)
  • OLAHRAGA (722)
  • OPINI (41)
  • OTOMOTIF (44)
  • PERISTIWA (1,559)
  • PILKADA (65)
  • POLITIK (562)
  • RAGAM (202)
  • TRENDING (2,694)
  • UMUM (795)
  • VIDIO (13)
  • REDAKSI
  • ABOUT-US
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2023 Informasinasional.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

© 2023 Informasinasional.com