INformasinasional.com, Tangerang Selatan — Pemerintah Kabupaten Langkat kembali mencatatkan namanya dipanggung nasional. Dibawah komando Bupati H. Syah Afandin, SH, Langkat sukses menggondol Penghargaan Spesial (Special Award) dalam ajang bergengsi Indonesia Smart Nation Award (ISNA) ke-7 Tahun 2025, yang digelar di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Sabtu (8/11/2025).
Penghargaan itu bukan sekadar plakat seremonial. Dibaliknya, tersimpan pengakuan atas keberanian Langkat menembus sekat birokrasi lama dengan inovasi digital dan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi.
Mewakili Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat H. Amril, S.Sos, M.AP naik kepanggung megah Nusantara Hall untuk menerima penghargaan, didampingi Inspektur Kabupaten Langkat Drs. Hermansyah, M.IP.
“Ini bukti bahwa Langkat tak lagi berjalan dijalur konvensional. Kami berlari menuju masa depan yang cerdas dan berdaya saing,” ujar Amril sesaat usai menerima penghargaan, diapit sorotan lampu kamera dan tepuk tangan tamu undangan.
ISNA tahun ini mengusung tema “Co-Creating The Future of City Branding through Sustainable Ecology & Food Resilience Innovation” menegaskan arah baru pembangunan kota dan kabupaten yang tak hanya cerdas secara digital, tapi juga tahan pangan dan ramah ekologi.
Chairman Citiasia, Inc, Dr. Ir. Cahyana Ahmadjayadi, SH, MH, menegaskan bahwa ajang ini bukan lomba seremonial, melainkan riset mendalam terhadap 514 kota dan kabupaten di Indonesia.
“ISNA hadir untuk mengukur sejauh mana pemerintah daerah benar-benar berinovasi, bukan sekadar menciptakan slogan,” tegas Cahyana.
CEO Citiasia, Fitrah Rachmat Kautsar, menambahkan bahwa penghargaan kategori Special Award hanya diberikan kepada daerah yang menunjukkan leap of innovation, lompatan nyata dalam kebijakan digitalisasi dan pelayanan publik.
“Langkat menjadi salah satu daerah yang mampu menunjukkan konsistensi dalam transformasi digitalnya,” ujar Fitrah.
Tak tanggung-tanggung, perhelatan ISNA ke-7 juga dihadiri pejabat tinggi nasional, seperti Dr. Drs. Amran, MT (Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Kemendagri) dan Mira Tayyiba (Dirjen Teknologi Pemerintah Digital Kemkomdigi).
Dalam forum itu, nama Langkat disebut sebagai daerah dengan komitmen kuat membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis teknologi.
Dihubungi terpisah, Bupati Syah Afandin mengaku bangga atas penghargaan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa prestasi itu bukan akhir, melainkan pijakan untuk terus berbenah.
“Alhamdulillah, ini hasil kerja keras semua pihak. Tapi yang lebih penting, penghargaan ini menjadi pengingat: inovasi bukan gaya, melainkan kebutuhan zaman,” ujar Afandin dengan nada tegas.
Ia menambahkan, Pemkab Langkat kini fokus memperkuat digitalisasi pelayanan publik agar masyarakat mendapatkan layanan lebih cepat, transparan, dan efisien.
“Langkat harus menjadi kabupaten yang bukan hanya cerdas diatas kertas, tapi juga tangguh di lapangan,” tandasnya.
Ditengah arus deras digitalisasi dan efisiensi anggaran, Langkat membuktikan diri mampu menyeimbangkan dua hal yang sering kali bertolak belakang, inovasi dan keberlanjutan.
Dengan penghargaan ini, Langkat bukan sekadar menambah deret prestasi, tapi juga menegaskan visinya, menjadi daerah yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing global.
“Kami tidak ingin jadi penonton diera digital. Langkat harus jadi pemain utama,” kata Syah Afandin, Bupati Langkat.(Masno)






Discussion about this post