INformasinasional.com, Bulukumba, — Lembaga Panrita Bhinneka Bersatu (LPBB) mengancam menggelar aksi demonstrasi selama tiga hari berturut-turut di depan Polsek Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, apabila polisi belum berhasil menangkap pelaku penikaman terhadap seorang pria bernama Muh Alif bin Andank (25).
Kasus penikaman itu dilaporkan terjadi di Jalan Nenas, Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu, pada Kamis (16/7). Hingga Senin (20/7), terduga pelaku disebut masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Ketua Bidang BASIS (Badan Strategis Investigasi Nasional) DPD LPBB, Riswan, menilai proses penanganan perkara berjalan lambat meski menurutnya identitas terduga pelaku telah diketahui.
“Kami kecewa karena sampai hari ini pelaku belum juga ditangkap. Informasi mengenai identitas pelaku menurut kami sudah dikantongi penyidik, bahkan rumahnya juga telah didatangi,” kata Riswan kepada wartawan di Bulukumba, Senin (20/7).
Menurut Riswan, korban mengalami empat luka tusuk, yakni satu di bagian dada sebelah kiri dan tiga luka di bagian punggung. Korban hingga kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
LPBB meminta kepolisian segera menuntaskan proses pengejaran terhadap pelaku. Organisasi tersebut juga memberikan tenggat waktu selama satu pekan kepada Polsek Ujung Bulu.
Jika hingga batas waktu tersebut pelaku belum diamankan, LPBB menyatakan akan mengerahkan kader Generasi Z untuk menggelar aksi unjuk rasa selama tiga hari berturut-turut di depan Mapolsek Ujung Bulu.
“Kami akan melakukan aksi sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Jika belum ada perkembangan, demonstrasi akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut,” ujar Riswan.
Selain demonstrasi, Riswan mengatakan pihaknya mempertimbangkan melakukan aksi jalan kaki dari Bulukumba menuju Makassar.
Dalam aksi tersebut, LPBB berencana membawa sejumlah laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana yang menurut mereka belum memperoleh perkembangan penanganan.
Polisi Masih Memburu Pelaku
Sementara itu, Kapolsek Ujung Bulu IPTU Rudi Adri Purwanto, S.H. memastikan proses penyelidikan masih berjalan dan tim kepolisian terus memburu terduga pelaku.
Menurut IPTU Rudi, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk saksi yang berada di lokasi kejadian. Namun, keterangan korban belum dapat diambil karena masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Pemeriksaan saksi sudah dilakukan, termasuk saksi yang berada di tempat kejadian perkara. Korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat di rumah sakit,” kata Rudi Adri saat dikonfirmasi.
Ia mengatakan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku agar segera memberikan informasi kepada aparat.
“Kalau ada masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku, silakan disampaikan kepada kami agar segera ditindaklanjuti. Kami juga mengimbau kepada pelaku untuk menyerahkan diri,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, kepolisian belum mengumumkan adanya penangkapan dalam kasus tersebut. Polisi menyatakan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku masih terus berlangsung.
Editor: Sapriaris*






Discussion about this post