INformasinasional.com, Langkat — Stadion Nur Cahaya, Tanjung Pura, Rabu siang itu, berubah menjadi panggung kepedulian negara. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto datang membawa ribuan paket bantuan sosial. Kabupaten Langkat, yang masih menyisakan bekas luka banjir, dipilih sebagai lokasi peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-76.
Dihadapan warga yang terdampak bencana, Agus menyebut kehadiran kementeriannya bukan sekadar seremoni tahunan. “Paling tidak, negara ikut hadir membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” katanya usai penyerahan bantuan, Rabu (28/1/2026).
Peringatan Hari Bhakti Imigrasi tahun ini mengusung tema “Imigrasi Mengabdi, Pulihkan Negeri” suatu slogan yang terdengar optimistis ditengah kenyataan daerah-daerah rawan bencana yang kerap luput dari perhatian setelah kamera padam.
Tak hanya bantuan logistik, Kementerian Imipas juga mengklaim telah menyiapkan dana hingga Rp 4 miliar, hasil konsolidasi jajaran imigrasi diseluruh Indonesia. Dana itu, kata Agus, tak semata ditujukan bagi korban banjir, tetapi juga untuk krisis lain yang lebih sunyi akses air bersih. “Saya minta bantuan ini diarahkan juga untuk kebutuhan air bersih. Siapa pun yang membutuhkan, selama kuota mencukupi, akan kita bantu,” kata Agus.
Ia menghitung kasar, dengan kebutuhan Rp 30 juta hingga Rp 40 juta per titik, dana tersebut berpotensi membangun ratusan bahkan ribuan titik air bersih. Janji yang terdengar besar, namun masyarakat tentu menunggu satu hal yang kerap terlupakan, realisasi dan pengawasan.
Bupati Langkat Syah Afandin menyambut baik langkah kementerian tersebut. Ia menyebut bantuan itu sebagai “keberkahan” bagi warga Langkat. “Kami berterima kasih. Mudah-mudahan tidak hanya hari ini, tapi bisa berkelanjutan,” katarnya.
Sejumlah desa dan kelurahan tercatat menerima bantuan sosial, diantaranya Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Desa Pekubuan, Teluk Bakung, Serapuh Asli, Pematang Tengah, hingga Paya Prupuk.
Namun dibalik pembagian bantuan dan pidato seremonial, satu pertanyaan tetap menggantung, sejauh mana negara akan benar-benar hadir setelah Hari Bhakti berlalu? Karena bagi warga Langkat, banjir boleh surut tetapi kebutuhan hidup tak pernah mengenal tanggal peringatan.(Misno)






Discussion about this post