INformasinasional.com, LANGKAT – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, berlangsung selama tiga hari, 30 September hingga 2 Oktober 2026, di Rindu Alam Hotel, Bukit Lawang.
Muscab yang menjadi forum evaluasi kepengurusan sekaligus menentukan nahkoda baru HPI Langkat tersebut berlangsung dinamis. Bahkan, suasana forum sempat memanas ketika sejumlah anggota melontarkan interupsi saat penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua DPC HPI Langkat periode 2021-2026, Amrin.
Kegiatan hari pertama diawali dengan pembukaan oleh Ketua Panitia, Usman Hasymi Lubis. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Langkat, Ketua DPD HPI Sumatera Utara, Rahmad, serta sejumlah undangan lainnya.
Usai pembukaan dan makan siang, agenda Muscab dilanjutkan dengan penyampaian LPJ kepengurusan DPC HPI Langkat periode 2021-2026.
Namun, penyampaian LPJ tersebut tidak berlangsung mulus. Sejumlah anggota menyampaikan interupsi karena menilai masih terdapat hal-hal dalam pertanggungjawaban kepengurusan yang perlu mendapat penjelasan lebih lanjut.
Perdebatan terutama menyentuh persoalan pertanggungjawaban keuangan organisasi. Selain masalah keuangan, sorotan anggota juga mengarah pada inventaris kendaraan milik HPI Langkat. Sejumlah peserta Muscab mempertanyakan pemanfaatan kendaraan tersebut yang disebut selama ini lebih banyak digunakan oleh ketua.
Mereka menginginkan agar kendaraan inventaris organisasi dapat dimanfaatkan secara lebih terbuka oleh seluruh anggota yang membutuhkan, terutama untuk menunjang kegiatan dan kepentingan organisasi.
Dinamika tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam agenda evaluasi kepengurusan HPI Langkat periode sebelumnya.
Meski diwarnai hujan interupsi, rangkaian Muscab tetap dilanjutkan sesuai agenda yang telah ditetapkan panitia.
Memasuki hari kedua, Muscab HPI Langkat diarahkan pada pembahasan program organisasi dan rencana kerja kepengurusan kedepan.
Para peserta membahas berbagai agenda organisasi sebagai bagian dari upaya menentukan arah HPI Langkat pada periode berikutnya.
Pembahasan tersebut menjadi momentum bagi para anggota untuk menyampaikan gagasan dan harapan terhadap pengelolaan organisasi, termasuk program yang berkaitan dengan penguatan profesi pramuwisata dan pengembangan sektor pariwisata di Langkat.
Amrin Kembali Pimpin HPI Langkat
Puncak Muscab berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026, dengan agenda pemilihan Ketua DPC HPI Langkat periode 2026-2031. Sebanyak lima kandidat maju dalam kontestasi tersebut.
Proses pemungutan suara berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Setelah pemungutan suara ditutup, penghitungan suara dilakukan tepat pukul 17.00 WIB.
Hasil penghitungan menunjukkan Amrin, calon nomor urut 5 sekaligus ketua periode sebelumnya, memperoleh suara terbanyak dengan 140 suara.
Berikut perolehan suara masing-masing kandidat:
Nomor urut 1, Rasmuli: 88 suara
Nomor urut 2, Rahmad Sopian PA: 11 suara
Nomor urut 3, Gigin Sappena Ginting: 112 suara
Nomor urut 4, Jaka Syahputra: 115 suara
Nomor urut 5, Amrin: 140 suara
Dengan hasil tersebut, Amrin kembali dipercaya memimpin DPC HPI Langkat untuk periode 2026-2031.
Kemenangan Amrin sekaligus menandai keberlanjutan kepemimpinannya di tubuh organisasi pramuwisata Langkat, setelah sebelumnya menjabat Ketua DPC HPI Langkat periode 2021-2026.
Tidak lama setelah penghitungan suara selesai, Amrin langsung dilantik sebagai Ketua DPC HPI Langkat terpilih.
Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah dilakukan oleh Ketua DPD HPI Sumatera Utara, Rahmad.
Dengan pelantikan tersebut, rangkaian Muscab HPI Langkat yang berlangsung selama tiga hari resmi ditutup dengan terbentuknya kepengurusan baru untuk periode 2026-2031.
Hasil Muscab juga menjadi babak baru bagi HPI Langkat. Ditengah dinamika internal yang mencuat dalam pembahasan LPJ, organisasi tersebut kini kembali berada dibawah kepemimpinan Amrin.
Tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai catatan yang muncul dalam forum Muscab tidak berhenti sebagai perdebatan, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola organisasi, transparansi pengelolaan inventaris dan keuangan, serta meningkatkan peran pramuwisata dalam pengembangan destinasi wisata Langkat, khususnya kawasan Bukit Lawang yang menjadi salah satu ikon pariwisata daerah.
Koresponden: Humala Sitorus
Editor: Ardiansyah






Discussion about this post