Informasinasional.com
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
Informasinasional.com
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

Ribuan Massa Siap Kepung Balai Kota Medan, SE Rico Waas Dicap Diskriminatif

Editor: Misno

24/02/2026 22:28
in TRENDING, UMUM
0
Ribuan Massa Siap Kepung Balai Kota Medan, SE Rico Waas Dicap Diskriminatif

Foto: ilustrasi Dema massa di balai kota Medan.(IN.com)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

INformasinasional.com, MEDAN – Bara itu mulai menyala. Surat edaran yang diteken Wali Kota Medan berubah menjadi sumbu panjang yang kini siap disulut ribuan orang. Sekitar 5.000 massa dikabarkan bakal mengepung Balai Kota dan DPRD Medan, Kamis (26/2/2026), memprotes kebijakan yang mereka cap diskriminatif.

Surat Edaran Nomor 500-7.1/1540 tentang Penataan Lokasi dan Pengelolaan Limbah Penjualan Daging Non-Halal yang diterbitkan Rico Tri Putra Bayu Waas pada 13 Februari 2026 itu kini menjadi episentrum kontroversi dikota multietnis tersebut.

Aliansi Aksi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan menegaskan: ini bukan sekadar soal limbah. Ini soal rasa keadilan.
“Estimasi massa kurang lebih 5.000 orang dan terus bertambah,” kata Lamsiang Sitompul, salah satu inisiator aksi, Selasa (24/2/2026).

Baca juga  Viral Vidio Mesra 57 Detik Dibalik Meja Birokrasi, Oknum ASN Pemkab Solok Terancam “Disiplin Berat”

Koalisi Massa, Tekad Membara
Gelombang protes bukan datang dari satu-dua komunitas. Horas Bangso Batak (HBB) mengklaim 500 orang siap turun. PMS 1.000 orang. GPBI 500 orang. Rekan Juang PPM 250 orang. Disusul LP3I, LSM Penjara Pak Simbolon, KKDBI, hingga elemen dari Pangururan.

Mereka menilai surat edaran itu menyasar kelompok tertentu secara tidak proporsional. Terlebih, dalam klausulnya disebutkan penjualan daging non-halal hanya boleh dilakukan dilokasi tertutup, kios permanen, atau pasar resmi yang ditentukan pemerintah, serta tidak berdekatan dengan rumah ibadah seperti masjid dan musala maupun lingkungan padat penduduk muslim.
“Kalau mau menata, tata semuanya. Jangan terkesan hanya menyentuh satu komoditas,” kata Lamsiang.

Aliansi juga menegaskan daging yang mereka jual berasal dari rumah potong hewan resmi dan telah melalui prosedur kesehatan. “Tidak tepat jika dianggap kotor atau membahayakan,” katanya.

Lebih keras lagi, mereka menyentil prioritas Pemerintah Kota Medan. Banjir yang saban musim menghantam, kemacetan yang kian menggila, narkoba yang tak surut, hingga dugaan praktik prostitusi terselubung, dinilai jauh lebih mendesak.
“Jangan sibuk mengurusi yang tidak urgen,” kata Lamsiang, setengah menyindir

Ancaman pun dilontarkan, jika tuntutan pencabutan tak digubris, gelombang aksi yang lebih besar siap digelar.

FKUB Pasang Badan

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan bersama Majelis-Majelis Agama Kota Medan menyatakan dukungan terhadap Surat Edaran Wali Kota Medan Nomor 500.7.1/1540 tanggal 13 Februari 2026 tentang Penataan Lokasi dan Pengelolaan Limbah Penjualan Daging Non-Halal di Kota Medan. (Waspada.id/ist)  

 

 

 

 

 

 

 

Ketua FKUB H Muhammad Yasir Tanjung, menegaskan surat edaran itu bukan pelarangan, melainkan penataan demi ketertiban, kebersihan, dan harmoni antarumat beragama.
“Masyarakat jangan mudah terprovokasi,” katanya.

Dukungan juga datang dari unsur MUI, Walubi, PHDI, PGI-D, hingga perwakilan Keuskupan Agung Medan. Pesannya satu, jaga kondusivitas.
Rico Waas: “Tidak Ada Diskriminasi”
Rico Waas menampik tudingan diskriminasi. Ia menyebut ada mispersepsi ditengah masyarakat. Menurutnya, perdagangan tetap diperbolehkan. Pemerintah hanya ingin menata agar kota lebih bersih dan tertib.
“Tidak ada niat menyakiti atau mendiskriminasi pihak mana pun. Jika diperlukan lahan atau solusi teknis, Pemko siap memfasilitasi,” katanya.

Rico menekankan Medan adalah kota majemuk. Keberagaman adalah fondasi. Karena itu, ia mengajak semua pihak menjaga komunikasi dan tidak terjebak provokasi.
Namun, dijalanan, tafsir kebijakan sering kali lebih keras daripada penjelasan diruang rapat.

Kamis nanti, Balai Kota Medan berpotensi menjadi panggung adu legitimasi, antara klaim penataan dan tudingan diskriminasi. Antara narasi harmoni dan teriakan ketidakadilan.

Apakah surat edaran itu akan bertahan? Atau justru runtuh oleh tekanan massa?
Medan sedang menguji dirinya sendiri.(Misno)

Post Views: 398
Tags: Balai KotaDiskriminatifMedanRibuan Massa Siap KepungSE Rico Waas
Previous Post

Viral Vidio Mesra 57 Detik Dibalik Meja Birokrasi, Oknum ASN Pemkab Solok Terancam “Disiplin Berat”

Next Post

Lapak Penukaran Uang Baru Pada Minggu Pertama Ramadan Mulai Bermunculan di Pemalang

Next Post
Lapak Penukaran Uang Baru Pada Minggu Pertama Ramadan Mulai Bermunculan di Pemalang

Lapak Penukaran Uang Baru Pada Minggu Pertama Ramadan Mulai Bermunculan di Pemalang

Discussion about this post

ADVERTISEMENT

BERITA TERBARU

Ramalan BMKG, Hujan Deras Melanda Indonesia 29–30 Maret 2026

Ramalan BMKG, Hujan Deras Melanda Indonesia 29–30 Maret 2026

29/03/2026 05:03
Keruk Sungai Dekat Bendungan, Aktifitas Tambang Diduga Ilegal Dibatas Desa Bulolohe Anrang Terus Dibiarkan

Keruk Sungai Dekat Bendungan, Aktifitas Tambang Diduga Ilegal Dibatas Desa Bulolohe Anrang Terus Dibiarkan

28/03/2026 20:28
Polisi Bongkar Jaringan Pemasok Amunisi Ilegal di Papua, 4 Pelaku Ditangkap

Polisi Bongkar Jaringan Pemasok Amunisi Ilegal di Papua, 4 Pelaku Ditangkap

28/03/2026 16:56
Nasabah FIF Bulukumba Mengaku Dirugikan, Angsuran 2 Bulan Tak Diakui Meski Ada Bukti Transfer

Nasabah FIF Bulukumba Mengaku Dirugikan, Angsuran 2 Bulan Tak Diakui Meski Ada Bukti Transfer

28/03/2026 11:25

Follow Us

Informasinasional.com

Informasi Yang Menambah Wawasan

KURS BANK INDONESIA (BI)

KATEGORI

  • ADVETORIAL (49)
  • AGRIBISNIS (59)
  • BERITA VIDIO (36)
  • DAERAH (2,935)
  • Desa Kita (21)
  • EKONOMI (645)
  • HUKUM (1,109)
  • INSFRASTRUKTUR (379)
  • INTERNASIONAL (596)
  • kasyno (1)
  • KRIMINAL (476)
  • KULINER (46)
  • NASIONAL (787)
  • OLAHRAGA (674)
  • OPINI (41)
  • OTOMOTIF (43)
  • PERISTIWA (1,430)
  • PILKADA (65)
  • POLITIK (528)
  • RAGAM (194)
  • TRENDING (2,320)
  • UMUM (696)
  • VIDIO (14)
  • REDAKSI
  • ABOUT-US
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2023 Informasinasional.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

© 2023 Informasinasional.com