Informasinasional.com
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
Informasinasional.com
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

Survei Tunjukkan Bahaya Trump, Kenapa Banyak Kepala Negara Merapat?

Editor: Misno

29/01/2026 07:01
in INTERNASIONAL
0
Survei Tunjukkan Bahaya Trump, Kenapa Banyak Kepala Negara Merapat?

Hasil survei Pew Research menunjukkan Presiden AS Donald Trump sangat berbahaya. (AFP/KOFFRINI KAIN)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

INformasinasional.com, Jakarta — Survei Pew Research Center yang dilakukan pada tanggal 8 Januari hingga 26 April 2025 menampilkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagian besar menerima peringkat negatif dalam survei yang melibatkan 24 negara. Lebih dari separuh responden di 19 negara tersebut mengatakan mereka kurang percaya pada kepemimpinan Trump dalam urusan dunia.

Ketika ditanya tentang karakteristik pribadi Trump, sebagian besar menggambarkannya sebagai sosok yang arogan dan berbahaya, sementara relatif sedikit yang melihatnya sebagai sosok yang jujur. Namun demikian, sebagian besar di 18 negara menganggap Trump sebagai pemimpin yang kuat, demikian hasil survei yang sudah dirilis tahun lalu.

Meski demikian, disebagian besar negara, pandangan tentang Trump sangat berbeda berdasarkan garis ideologis dan partisan. Orang-orang yang menempatkan diri mereka disayap kanan dan mereka yang memiliki pandangan positif terhadap partai-partai populis sayap kanan di Eropa cenderung memandang Trump lebih positif.

Secara keseluruhan, peringkat Amerika Serikat telah menurun di 15 negara sejak musim semi lalu, termasuk penurunan 20 poin persentase atau lebih di Meksiko, Swedia, Polandia, dan Kanada.

Mayoritas warga di Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Meksiko, Belanda, Spanyol, Swedia, dan Turki sama sekali tidak percaya pada Trump.

Mengapa banyak yang merapat?

Meski gaya kepemimpinan Trump tidak disukai, banyak pemimpin dunia tetap merapat seperti Indonesia. Misalnya dalam pembentukan Dewan Perdamaian untuk Gaza yang digagas dan dipimpin Trump.

Ada 19 negara dari 62 negara yang diundang telah menandatangani piagam dewan tersebut, tetapi gagal mendapatkan dukungan dari beberapa negara Eropa.

Masih berdasarkan hasil survei dan analisis global terbaru Pew Research Center 2024 dan laporan terkait sentimen ASEAN 2025), alasan banyak pemimpin dan negara merapat ke AS berakar pada kebutuhan ekonomi, keamanan, dan sentimen ketidakpastian terhadap pengaruh negara lain, terutama China.

Tareq Masoud, Profesor Demokrasi dan Tata Kelola Ford Foundation di Sekolah Pemerintahan John F Kennedy Universitas Harvard memberi penjelasan, dengan menyatakan bagaimana “kehidupan orang-orang diseluruh dunia sangat terpengaruh oleh apa yang terjadi di Washington.”

Baca juga  Trump Bilang 'Waktu Hampir Habis', Iran Bersumpah Lawan Apa Pun Serangan AS

“Saya seorang akademisi Timur Tengah, dan dalam percakapan saya dengan orang-orang di dunia Arab tentang pemilihan ini, saya mengamati tingkat intensitas minat dan keprihatinan yang setara dengan apa pun yang mungkin Anda lihat dikampus ini atau ditempat lain di Amerika Serikat,” kata Masoud.

Menurut Masoud, AS dikenal sebagai negara yang sangat diperlukan, terlibat secara mendalam dalam segala hal dimana pun.

“Terkadang untuk kebaikan, terkadang untuk keburukan. Atau akankah kita berpaling kedalam? Akankah kita menarik diri dibalik lautan luas yang memisahkan kita dari sebagian besar dunia dan menyerahkan dunia itu kepada campur tangan lembut Tiongkok atau pihak lain yang mungkin mencoba menggantikan peran Amerika?” kata Masoud.

Studi dari Harvard juga menunjukkan, bagi sebagian orang, kepemimpinan Trump yang tidak konvensional merupakan peluang untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama. Bagi yang lain, ketidakpastiannya menimbulkan kekhawatiran bahwa hal itu dapat memperdalam ketidakstabilan global dan meningkatkan ketegangan.

Perang Rusia-Ukraina dan perang Israel-Hamas bisa dibilang termasuk diantara isu-isu global yang paling mendesak, yang melibatkan hampir setiap negara sampai batas tertentu, terutama Amerika Serikat.

Tetapi isu-isu penting lainnya termasuk agenda kebijakan luar negeri, hak asasi manusia, kebijakan ekonomi, dan perjanjian perdagangan, hanya untuk menyebutkan beberapa.

Sampai saat ini, keunggulan ekonomi dan teknologi masih dianggap sebagai kekuatan utama dalam inovasi, teknologi, dan ekonomi yang stabil. Hal itu yang membuat para pemimpin dunia merapat ke Donald Trump.(CNNI/imf/bac)

Post Views: 520
Tags: Banyak Kepala NegaraMerapat?surveiTrumpTunjukkan Bahaya
Previous Post

Klasemen Liga Champions: PSG dan Real Madrid Mental dari 8 Besar

Next Post

Kalahkan Copenhagen, Barcelona Melaju ke 16 Besar Liga Champions

Next Post
Kalahkan Copenhagen, Barcelona Melaju ke 16 Besar Liga Champions

Kalahkan Copenhagen, Barcelona Melaju ke 16 Besar Liga Champions

Discussion about this post

ADVERTISEMENT

BERITA TERBARU

7 WNI Tewas Dilaut Malaysia, 7 Masih Hilang, Tragedi Kapal Migran Ilegal Bongkar Jalur Gelap PMI

7 WNI Tewas Dilaut Malaysia, 7 Masih Hilang, Tragedi Kapal Migran Ilegal Bongkar Jalur Gelap PMI

13/05/2026 23:14
Maut dari Lereng Galian Mabar: Longsor Tengah Malam di Medan Tewaskan Pekerja, Satu Korban Masih Hilang

Maut dari Lereng Galian Mabar: Longsor Tengah Malam di Medan Tewaskan Pekerja, Satu Korban Masih Hilang

13/05/2026 22:30
Ini Kata Syah Afandin, Kalau Terbukti Ada Mafia Pupuk Subsidi Kita Disikat

Ini Kata Syah Afandin, Kalau Terbukti Ada Mafia Pupuk Subsidi Kita Disikat

13/05/2026 21:56
Wabup Tiorita Sambut Tim Wasev TMMD, Pastikan Pembangunan Desa di Langkat Tak Sekadar Seremonial

Wabup Tiorita Sambut Tim Wasev TMMD, Pastikan Pembangunan Desa di Langkat Tak Sekadar Seremonial

13/05/2026 21:32

Follow Us

Informasinasional.com

Informasi Yang Menambah Wawasan

KURS BANK INDONESIA (BI)

KATEGORI

  • ADVETORIAL (50)
  • AGRIBISNIS (61)
  • BERITA VIDIO (36)
  • DAERAH (3,031)
  • Desa Kita (23)
  • EKONOMI (660)
  • HUKUM (1,144)
  • INSFRASTRUKTUR (394)
  • INTERNASIONAL (622)
  • kasyno (1)
  • KRIMINAL (488)
  • KULINER (48)
  • NASIONAL (809)
  • OLAHRAGA (683)
  • OPINI (41)
  • OTOMOTIF (43)
  • PERISTIWA (1,466)
  • PILKADA (65)
  • POLITIK (532)
  • RAGAM (195)
  • TRENDING (2,395)
  • UMUM (723)
  • VIDIO (14)
  • REDAKSI
  • ABOUT-US
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2023 Informasinasional.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

© 2023 Informasinasional.com