INformasinasional.com, Morowali — Suasana konsolidasi buruh dikawasan Industri PT IMIP kembali menghangat jelang rencana aksi mogok kerja yang akan digelar oleh Pimpinan Serikat Pekerja (PSP) SPN PT IRNC.
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16–18 Desember 2025, mulai pukul 07.00 WITA hingga selesai, berpusat didepan kantor manajemen PT IRNC.
Gerakan ini muncul sebagai bentuk protes atas dugaan diskriminasi dan ketidakadilan yang dirasakan pekerja diinternal perusahaan.
Menariknya, dukungan penuh juga datang dari PSP SPN PT LAS, yang menyatakan akan berdiri bersama dalam barisan perjuangan kaum buruh.
Pernyataan dukungan disampaikan langsung oleh salah satu anggota PSP SPN PT LAS, Boby, yang menegaskan bahwa aksi ini merupakan langkah sah untuk menuntut perubahan.
“Kami mendukung penuh aksi massa ini dan menuntut pihak Manajemen PT IRNC memberikan keadilan serta penerapan aturan yang tidak merugikan buruh,” tegas Boby.
Dikesempatan berbeda, Ketua PSP SPN PT LAS, Awi Pima Pala’langan, juga menyampaikan pesan sikap melalui WhatsApp.
Menurutnya, aksi ini bukan hanya reaksi, tetapi bagian dari upaya panjang memperjuangkan martabat buruh.
“Sudah saatnya buruh bergerak mengambil kembali haknya yang telah dirampas,” tulis Awi.
“PSP SPN PT LAS berkomitmen untuk berdiri tegak dibelakang PSP SPN PT IRNC dan terus mendukung perjuangan buruh untuk hak-hak yang lebih baik.”
Dukungan antar-serikat ini memperlihatkan solidaritas kuat di tengah dinamika lingkungan kerja yang disebut para buruh masih jauh dari kata ideal.
Adapun sejumlah tuntutan
yang akan dibawa dalam aksi mogok kerja tersebut meliputi isu-isu krusial yang selama ini menjadi keluhan utama buruh.Penambahan karyawan untuk mencegah beban kerja ganda bagi operator pendistribusian BBM.
Penghapusan diskriminasi dalam pemberian tunjangan skill dan penyeragaman nominal untuk skill kinerja yang sama.
Penerapan sistem lembur yang adil sesuai jam kerja yang berlaku.
Penambahan fasilitas antar-jemput karyawan.
Keadilan pemberian tunjangan produksi, khususnya untuk divisi BBM, seperti yang diterapkan pada divisi lainnya.
Tuntutan peningkatan upah minimum yang layak bagi buruh.
Perlindungan hak-hak buruh melalui kebijakan yang lebih manusiawi dan berpihak.
Rentetan tuntutan tersebut mencerminkan keresahan yang telah lama terpendam dilingkungan kerja, sekaligus menandai momentum buruh untuk bersuara lebih lantang.
Aksi Buruh dan Harapan Akan Perubahan
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk PSP SPN PT LAS, aksi mogok kerja ini diperkirakan akan menjadi salah satu gelombang protes terbesar di kawasan PT IMIP jelang akhir tahun 2025.
Para buruh berharap manajemen PT IRNC serta pihak terkait dapat membuka ruang dialog dan menghadirkan kebijakan yang lebih adil.
Aksi ini bukan sekadar demonstrasi, tetapi sebuah pernyataan sikap bahwa buruh menginginkan lingkungan kerja yang setara, aman, dan manusiawi.
Reporter: Sapriaris






Discussion about this post