INformasinasional.com-Pasaman Barat–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat membantah tudingan minimnya himbauan kebencanaan dari pemerintah daerah sebagaimana yang beredar di media sosial. Tudingan tersebut sebelumnya muncul melalui unggahan akun Facebook bernama Kajo Habibie yang menyebutkan bahwa pemerintah kurang memberikan peringatan dini kepada masyarakat terkait potensi bencana.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pasbar, Zulkarnain, menegaskan bahwa pihaknya secara rutin menyampaikan himbauan kebencanaan kepada masyarakat, khususnya saat potensi cuaca ekstrem meningkat.
“Himbauan kebencanaan kami sampaikan setiap hari dan dilakukan secara berlapis. Terutama ketika potensi cuaca ekstrem meningkat, kami selalu mengingatkan masyarakat agar tetap waspada,” kata Zulkarnain, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, seluruh informasi kebencanaan yang disampaikan BPBD Pasbar mengacu pada rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurutnya, BMKG setiap hari mengeluarkan pembaruan terkait kondisi cuaca, seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, cuaca panas ekstrem, serta potensi bencana hidrometeorologi lainnya.
“Kami tidak asal menyampaikan himbauan. Semua berdasarkan rilis resmi BMKG yang kami terima setiap hari, baik terkait hujan, panas, maupun potensi cuaca ekstrem lainnya,” ujarnya.
Zulkarnain menambahkan, himbauan kebencanaan tersebut disebarluaskan melalui berbagai saluran informasi, mulai dari media sosial resmi BPBD, grup komunikasi dengan pemerintah nagari dan kecamatan, hingga koordinasi langsung dengan relawan dan perangkat daerah terkait.
“Informasi kami sebar melalui media sosial, grup WhatsApp lintas sektor, serta koordinasi langsung dengan pemerintah nagari agar bisa diteruskan kepada masyarakat di lapangan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa BPBD Pasbar terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko bencana. Oleh karena itu, pihaknya berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar dan selalu mengacu pada sumber resmi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi, terutama yang beredar di media sosial. Silakan cek ke sumber resmi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tutup Zulkarnain.
Reporter: SYAFRIZAL






Discussion about this post