INformasinasional.com, Asahan – Aroma sabu menyeruak dari sebuah kamar kos di Kelurahan Mutiara, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan. Dibalik pintu yang tertutup rapat itu, aparat menemukan ironi, seorang aparatur sipil negara dan eks prajurit justru duduk melingkar dalam pesta narkoba.
Tim Satres Narkoba Polres Asahan menggerebek kamar tersebut pada Minggu, 22 Februari 2026. Lima orang tak berkutik. Diantaranya HZ (48), seorang pegawai negeri sipil, dan SH (30), pecatan TNI AU.
Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani menyebut, saat pintu dibuka paksa, HZ tengah duduk didepan meja. “Salah satu tersangka berinisial HZ (48), seorang PNS, ditemukan sedang duduk didepan meja,” kata Revi, Rabu (25/2/2026).
Penggeledahan menjadi babak yang lebih mencengangkan. Dari saku celana HZ, polisi menemukan uang tunai Rp150 ribu yang diduga hasil transaksi sabu. Diatas meja, satu kotak rokok menyimpan plastik klip berisi sabu seberat 1,21 gram, lengkap dengan plastik kosong dan sebuah telepon seluler.
Belum selesai. Diatas rak kayu, petugas menemukan kotak hitam berisi sembilan paket sabu dengan berat bruto 2,32 gram. Barang itu diakui milik SH, eks anggota TNI AU yang kini berstatus sipil setelah dipecat.
Dari tangan SH, polisi juga menyita Rp150 ribu yang diduga hasil penjualan. Total dari kamar kos itu, aparat mengamankan 10 plastik klip sabu dengan berat bruto 3,53 gram, dua plastik klip kosong, uang tunai Rp305 ribu, serta lima unit telepon seluler.
Tiga orang lain, yakni TRR (27), AS (35), dan J (38) ikut digelandang. TRR diduga berperan sebagai perantara, membantu penjualan dan menerima uang dari HZ. Sementara AS dan J disebut datang untuk mengisap sabu yang dibeli lewat tangan TRR.
Penggerebekan ini seperti menampar wajah birokrasi dan bekas institusi militer sekaligus. Disaat negara menggencarkan perang terhadap narkotika, aparat justru menemukan aparatur dan eks prajurit terlibat dalam pusaran yang sama.
“Kami berkomitmen menindak tegas setiap pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Tidak ada toleransi. Narkoba adalah musuh bersama,” kata Revi.
Kini kelima tersangka meringkuk disel Sat Narkoba Polres Asahan. Penyidik memburu kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar dibalik 10 paket sabu itu. Dari kamar kos sempit di Kisaran Timur, jejak peredaran narkoba diduga merambat lebih jauh dari yang terlihat.(misn’t)






Discussion about this post