INformasinasional.com, Jakarta — Aroma bisnis gelap judi online yang selama ini beroperasi senyap dijantung ibu kota akhirnya terbongkar. Bareskrim Polri menggerebek sebuah gedung dikawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, dan mengamankan 320 warga negara asing (WNA) yang diduga menjadi operator jaringan judi online internasional.
Penggerebekan yang dilakukan Kamis (7/5/2026) itu menguak bagaimana sindikat tersebut bekerja layaknya perusahaan digital profesional. Para WNA tidak sekadar menjadi operator biasa, melainkan menempati posisi strategis mulai dari telemarketing, customer service, admin sistem, hingga bagian penagihan terhadap para pemain.
“Perannya macam-macam. Ada yang telemarketing, customer service, admin, sampai bagian penagihan,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra kepada wartawan dilokasi, Minggu (10/5/2026).
Fakta ini memperlihatkan bahwa praktik judi online bukan lagi sekadar operasi kecil berbasis aplikasi ilegal, melainkan telah menjelma menjadi industri kejahatan siber terorganisasi dengan pola kerja modern dan terstruktur.
Dalam operasi itu, polisi juga menangkap seorang warga negara Indonesia (WNI) yang diduga ikut terlibat sebagai customer service jaringan tersebut. Penyidik kini masih mendalami peran sebenarnya dari pria tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam perekrutan maupun operasional jaringan lintas negara itu.
“Peran WNI masih akan kami dalami. Untuk sementara dia bertugas sebagai customer service,” kata Wira.
Yang menarik perhatian penyidik, WNI tersebut diketahui pernah bekerja di Kamboja, negara yang selama beberapa tahun terakhir kerap disebut sebagai salah satu basis operasi judi online Asia Tenggara. Temuan ini memperkuat dugaan adanya jejaring internasional yang menghubungkan operator luar negeri dengan pusat operasi di Indonesia.
Didalam gedung yang digerebek, aparat menyita sejumlah komputer, perangkat komunikasi, dan berbagai device elektronik lain yang diduga menjadi pusat kendali aktivitas judi online tersebut. Tim digital forensik Bareskrim kini tengah membongkar isi perangkat untuk menelusuri aliran transaksi, jaringan server, hingga kemungkinan keterlibatan aktor lain dibalik operasi raksasa itu.
“Kami masih melakukan analisis terhadap komputer dan perangkat-perangkat lainnya,” kata Wira.
Saat ini, ratusan WNA tersebut dititipkan kepihak Imigrasi untuk proses pemeriksaan lanjutan terkait status dan aktivitas mereka di Indonesia. Sedangkan satu WNI yang diamankan langsung ditahan di Bareskrim Polri.
Penggerebekan markas judi online dikawasan elite Hayam Wuruk itu kembali menampar wajah penegakan hukum Indonesia. Ditengah gencarnya pemberantasan judi online yang diklaim pemerintah, jaringan berskala besar justru diduga mampu beroperasi dipusat ibu kota dengan melibatkan ratusan tenaga asing dan sistem kerja bak perusahaan digital profesional.***
Editor: Misno






Discussion about this post