Informasinasional.com
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
Informasinasional.com
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

TNI Garap 2,5 Juta Hektar Lahan, Operasi Besar Ketahanan Pangan Nasional Resmi Digencarkan

09/06/2026 21:02
in NASIONAL, TRENDING
0
TNI Garap 2,5 Juta Hektar Lahan, Operasi Besar Ketahanan Pangan Nasional Resmi Digencarkan

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026). (KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

INformasinasional.com, JAKARTA – Ditengah tantangan global yang terus mengancam stabilitas pasokan pangan dunia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini tampil sebagai salah satu motor penggerak utama dalam memperkuat benteng ketahanan pangan nasional. Tak tanggung-tanggung, sekitar 2,5 juta hektar lahan kini berada dalam skema pengelolaan dan pendampingan TNI sebagai bagian dari strategi besar menuju kemandirian pangan Indonesia.

Angka fantastis tersebut diungkapkan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).

“Jadi, totalnya semua lebih kurang 2,5 juta hektar,” kata Nas.

Luas lahan tersebut tidak seluruhnya merupakan aset milik TNI. Sebagian besar berasal dari lahan pemerintah daerah, kelompok tani, hingga masyarakat yang mendapatkan pendampingan langsung dari prajurit TNI diberbagai wilayah Indonesia.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menghadapi ancaman krisis pangan global, perubahan iklim, hingga ketidakpastian rantai pasok komoditas dunia yang belakangan semakin mengkhawatirkan.

Baca juga  Lebih dari 20.000 Orang Mengugsi Akibat Gempa di Filipina

Tiga Matra, Tiga Komoditas Strategis

Dalam skema besar ketahanan pangan nasional tersebut, setiap matra TNI diberikan tugas khusus untuk mengembangkan komoditas unggulan.

TNI Angkatan Darat (AD) fokus pada produksi padi dan jagung sebagai komoditas utama penyangga kebutuhan pangan nasional. Sementara TNI Angkatan Laut (AL) dipercaya mengembangkan kedelai, komoditas yang selama ini masih sangat bergantung pada impor. Adapun TNI Angkatan Udara (AU) mengembangkan tanaman tebu guna mendukung swasembada gula nasional.

Baca juga  Menkes Bongkar Miskonsepsi BPJS: Tak Ada Kasta dalam Pelayanan Kesehatan, Semua Peserta Berhak Setara

Pembagian tugas tersebut dinilai sebagai langkah terukur untuk mempercepat peningkatan produksi pangan sekaligus memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki masing-masing matra.
Namun demikian, Nas menegaskan bahwa TNI bukanlah pelaku utama produksi pertanian. Posisi terdepan tetap berada ditangan masyarakat dan petani, sementara TNI berperan sebagai pendamping, penggerak, dan akselerator pembangunan sektor pertanian.

“Kami mendampingi mulai dari tahap pengelolaan lahan, masa tanam, panen hingga distribusi hasil panen,” tegasnya.

Dari Medan Tempur ke Medan Pangan

Keterlibatan TNI dalam sektor pertanian sejatinya bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, prajurit TNI telah aktif mendampingi petani dalam berbagai program pembangunan pedesaan.
Kini, peran tersebut diperluas menjadi bagian dari agenda strategis negara. Bukan lagi sekadar membantu petani saat musim tanam, tetapi ikut memastikan rantai produksi pangan nasional berjalan optimal dari hulu hingga hilir.
Transformasi peran ini menjadi bukti bahwa ancaman terhadap bangsa tidak lagi hanya datang dari aspek militer, tetapi juga dari krisis pangan yang dapat memicu gejolak ekonomi dan sosial.

Sjafrie: Indonesia Harus Lepas dari Ketergantungan Impor Kedelai

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa prajurit yang tergabung dalam Batalyon Teritorial Pembangunan kini mendapat mandat khusus untuk mendukung produksi pangan nasional.
Dalam rapat bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Sjafrie menjelaskan pembagian tugas antar matra telah dirancang secara spesifik.
“Angkatan Darat tugasnya pertanian, jagung dan padi, selain palawija. Angkatan Laut adalah kedelai,” kata Sjafrie.

Menurutnya, fokus TNI AL pada kedelai bukan tanpa alasan. Indonesia hingga kini masih mengimpor sekitar 2,5 juta ton kedelai setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi domestik.

Yang lebih mengejutkan, kata Sjafrie, sebagian kedelai impor tersebut merupakan varietas yang dinegara asalnya justru digunakan sebagai pakan ternak.
“Bisa dibayangkan, kita impor kedelai yang merupakan makanan ternaknya orang di luar. Sekarang Angkatan Laut dengan dua kali panen sudah memiliki kualitas bibit kedelai yang jauh lebih baik,” katanya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi kritik keras terhadap ketergantungan Indonesia pada komoditas impor yang selama puluhan tahun menguras devisa negara.
Menuju Swasembada, Bukan Sekadar Wacana
Langkah TNI mengelola dan mendampingi lahan seluas 2,5 juta hektar menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah membangun fondasi baru menuju kedaulatan pangan nasional.

Jika program ini berjalan konsisten dan produktivitas lahan terus meningkat, Indonesia berpeluang besar mengurangi ketergantungan terhadap impor berbagai komoditas strategis, mulai dari kedelai, gula, hingga bahan pangan pokok lainnya.

Ditengah gejolak ekonomi dunia dan ancaman krisis pangan global yang terus membayangi, operasi besar ketahanan pangan yang melibatkan TNI ini bukan sekadar program pertanian biasa. Ini adalah upaya membangun benteng kedaulatan bangsa, memastikan jutaan rakyat Indonesia tetap memiliki akses terhadap pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau.

Dengan 2,5 juta hektar lahan yang kini berada dalam pengawalan dan pendampingan TNI, Indonesia sedang mengirim pesan tegas: perang masa depan tidak hanya soal senjata, tetapi juga soal kemampuan sebuah bangsa memberi makan rakyatnya sendiri.

Editor: Misno

Post Views: 594
Tags: DigencarkanGarap 2.5 Juta Hektar LahanKetahanan PanganNasionalOperasi BesarTNI
Previous Post

Lebih dari 20.000 Orang Mengugsi Akibat Gempa di Filipina

Next Post

Gempa Dangkal M 4,8 Guncang Nias Utara, Getaran Kuat Picu Kewaspadaan Warga

Next Post
Gempa Dangkal M 4,8 Guncang Nias Utara, Getaran Kuat Picu Kewaspadaan Warga

Gempa Dangkal M 4,8 Guncang Nias Utara, Getaran Kuat Picu Kewaspadaan Warga

Discussion about this post

BERITA TERBARU

Polda Sumut Gagalkan 144 Balpres Monza di Tol Sergai, Potensi Kerugian Negara Rp432 Juta

Polda Sumut Gagalkan 144 Balpres Monza di Tol Sergai, Potensi Kerugian Negara Rp432 Juta

30/10/2026 16:10
Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

29/10/2026 22:06
Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

29/10/2026 20:19
277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

29/10/2026 18:00

Follow Us

Informasinasional.com

Informasi Yang Menambah Wawasan

KURS BANK INDONESIA (BI)

KATEGORI

  • ADVETORIAL (72)
  • AGRIBISNIS (66)
  • BERITA VIDIO (36)
  • DAERAH (3,378)
  • Desa Kita (29)
  • EKONOMI (697)
  • HUKUM (1,207)
  • INSFRASTRUKTUR (376)
  • INTERNASIONAL (639)
  • KRIMINAL (522)
  • KULINER (48)
  • NASIONAL (902)
  • OLAHRAGA (722)
  • OPINI (41)
  • OTOMOTIF (44)
  • PERISTIWA (1,559)
  • PILKADA (65)
  • POLITIK (562)
  • RAGAM (202)
  • TRENDING (2,695)
  • UMUM (795)
  • VIDIO (13)
  • REDAKSI
  • ABOUT-US
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2023 Informasinasional.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

© 2023 Informasinasional.com