Informasinasional.com
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
Informasinasional.com
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

Lebih dari 20.000 Orang Mengugsi Akibat Gempa di Filipina

Deutsche Welle (DW) - detikNews

09/06/2026 20:30
in PERISTIWA
0
Lebih dari 20.000 Orang Mengugsi Akibat Gempa di Filipina
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

INformasinasional.com, Jakarta – Tim penyelamat terus menyisir reruntuhan bangunan diwilayah selatan Filipina pada Selasa (09/06) untuk memastikan tidak ada lagi korban yang terjebak, sehari setelah gempa terkuat yang melanda negara itu dalam setengah abad terakhir menewaskan sedikitnya 37 orang dan memaksa lebih dari 20.000 warga mengungsi.
Hingga kini dalam laporan resmi masih ada empat orang yang dinyatakan hilang disejumlah daerah dekat pusat gempa berkekuatan magnitudo 7,8 yang terjadi pada Senin (08/06) pagi.

Kantor Pertahanan Sipil Filipina juga menyatakan bahwa beberapa bangunan yang roboh dan rusak berat masih harus diperiksa secara menyeluruh untuk mencari kemungkinan korban selamat maupun korban meninggal lainnya.

Gempa tersebut berpusat dilepas pantai Pulau Mindanao, pulau dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Filipina. Selain menewaskan puluhan orang, gempa juga menyebabkan hampir 500 orang mengalami luka-luka dan lebih dari 20.000 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi menuju tempat-tempat evakuasi.

Banyak warga memilih untuk mengungsi karena khawatir adanya ancaman tsunami. Tercatat gelombang yang mencapai ketinggian hingga 1,4 meter terjadi di perairan Filipina, namun kerusakan akibat tsunami tersebut dilaporkan hanya merusak enam rumah panggung di sebuah desa dekat area pantai. Gelombang yang lebih kecil juga mencapai wilayah Indonesia, Palau, hingga Jepang.

Longsor dan bangunan runtuh memakan korban jiwa

Gempa bumi menyebabkan kerusakan besar di sejumlah wilayah. Di General Santos City, pusat industri tuna Filipina yang berpenduduk lebih dari 700.000 jiwa, sedikitnya ada 13 korban jiwa akibat bangunan runtuh dan tertimpa puing.

Baca juga  Menkes Bongkar Miskonsepsi BPJS: Tak Ada Kasta dalam Pelayanan Kesehatan, Semua Peserta Berhak Setara

Sebanyak 18 korban jiwa lainnya berasal dari Provinsi Sarangani yang disebabkan tanah longsor menimbun rumah-rumah di kawasan pegunungan Kota Glan. Sementara korban meninggal lainnya dilaporkan dari South Cotabato, Davao Occidental, dan Pulau Balut.

Data awal pemerintah menunjukkan sekitar 2.000 rumah serta 117 gedung dan fasilitas pemerintah mengalami kerusakan. Bandara Internasional General Santos juga masih ditutup sehingga 63 penerbangan domestik dibatalkan, kecuali untuk misi kemanusiaan.

Sekitar 6.000 bangunan sekolah negeri di wilayah terdampak masih dalam pemeriksaan sebelum kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan. Gempa tersebut terjadi pada hari pertama masuk sekolah setelah libur musim panas, sehingga banyak korban luka merupakan siswa yang tengah mengikuti upacara bendera di pagi hari.

Gempa terkuat di Filipina sejak 1976
Gempa pada Senin (08/06) itu berpusat di laut dengan kedalaman sekitar 33 kilometer dan sekitar 32 kilometer di sebelah barat daya Kota Maasim, Provinsi Sarangani.

Gempa dipicu oleh pergerakan di Palung Cotabato dan menjadi yang terkuat setelah gempa berkekuatan magnitudo 8,1 di tahun 1976 dan berasal dari palung yang sama. Gempa tahun 1976 tersebut memicu tsunami besar, kata Teresito Bacolcol, Direktur Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina.

Gempa memicu gelombang tsunami setinggi 8 hingga 10 meter menyapu sejumlah kota dan provinsi. Sekitar 8.000 orang meninggal dunia akibat bencana pada 17 Agustus 1976 tersebut.

Institut seismologi Filipina sebenarnya telah merencanakan untuk memperingati tragedi gempa dan tsunami 1976 pada Agustus mendatang dengan rencana pemasangan alat pendeteksi gempa di wilayah-wilayah rawan bencana sebagai pengingat pentingnya kewaspadaan menghadapi ancaman gempa dan tsunami.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. telah mengerahkan pejabat tinggi penanggulangan bencana dari Manila untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan. Marcos menginstruksikan untuk memberikan distribusi bantuan makanan dan bahan bangunan bagi para korban, serta menanggulangi kerusakan infrastruktur seperti jembatan dan jalan.(dtc)

Editor: Rizki Nugraha

Post Views: 297
Tags: filipinaGempaLebih 20.000Mengugsi
Previous Post

Menkes Bongkar Miskonsepsi BPJS: Tak Ada Kasta dalam Pelayanan Kesehatan, Semua Peserta Berhak Setara

Next Post

TNI Garap 2,5 Juta Hektar Lahan, Operasi Besar Ketahanan Pangan Nasional Resmi Digencarkan

Next Post
TNI Garap 2,5 Juta Hektar Lahan, Operasi Besar Ketahanan Pangan Nasional Resmi Digencarkan

TNI Garap 2,5 Juta Hektar Lahan, Operasi Besar Ketahanan Pangan Nasional Resmi Digencarkan

Discussion about this post

BERITA TERBARU

Polda Sumut Gagalkan 144 Balpres Monza di Tol Sergai, Potensi Kerugian Negara Rp432 Juta

Polda Sumut Gagalkan 144 Balpres Monza di Tol Sergai, Potensi Kerugian Negara Rp432 Juta

30/10/2026 16:10
Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

29/10/2026 22:06
Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

29/10/2026 20:19
277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

29/10/2026 18:00

Follow Us

Informasinasional.com

Informasi Yang Menambah Wawasan

KURS BANK INDONESIA (BI)

KATEGORI

  • ADVETORIAL (72)
  • AGRIBISNIS (66)
  • BERITA VIDIO (36)
  • DAERAH (3,378)
  • Desa Kita (29)
  • EKONOMI (697)
  • HUKUM (1,207)
  • INSFRASTRUKTUR (376)
  • INTERNASIONAL (639)
  • KRIMINAL (522)
  • KULINER (48)
  • NASIONAL (902)
  • OLAHRAGA (722)
  • OPINI (41)
  • OTOMOTIF (44)
  • PERISTIWA (1,559)
  • PILKADA (65)
  • POLITIK (562)
  • RAGAM (202)
  • TRENDING (2,695)
  • UMUM (795)
  • VIDIO (13)
  • REDAKSI
  • ABOUT-US
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2023 Informasinasional.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

© 2023 Informasinasional.com