INformasinasional.com, LABUHANBATU – Kebakaran hebat melanda kompleks Rantauprapat Hotel (RPH) di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa tersebut memicu kepanikan para tamu yang sedang menginap di hotel berbintang satu yang berdiri sejak 1988 itu.
Berdasarkan keterangan karyawan hotel, api pertama kali muncul dari salah satu kamar di lantai dua sebelum dengan cepat merambat ke kamar lainnya.
“Api berasal dari kamar 241,” ujar Tomi, salah seorang karyawan hotel.
Cuaca panas yang mencapai sekitar 34 derajat Celsius diduga mempercepat penyebaran api. Dalam hitungan menit, si jago merah merembes. Tidak hanya satu kamar. Sepuluh kamar di lantai yang sama, dari nomor 241 hingga 250, dinyatakan hangus terbakar. Sepanjang lorong, plafon runtuh, kaca jendela pecah, dan aroma kayu terbakar menyengat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Labuhanbatu, M Yunus Hasibuan, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan warga. Dan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran beserta 10 personel.
“Setelah menerima informasi, kami menurunkan dua unit mobil pemadam dan 10 personel ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.
Dua armada itu harus berjibaku. Akses hotel yang berada di kawasan padat Jalan Ahmad Yani membuat manuver tidak mudah. Konon, padatnya antrian truk yang ingin mengisi BBM ke SPBU terdekat. Kondisi ini memancing warga yang berkerumun untuk merekam kejadian dengan ponsel.
Menurut Yunus, proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar tiga jam. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.00 WIB.
“Pertarungan itu berlangsung tiga jam. Baru pada pukul 13.00 WIB api benar-benar dinyatakan padam dan dilakukan pendinginan,” imbuhnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh tamu dan karyawan berhasil dievakuasi tepat waktu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.
Ia menambahkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Kerugian material diperkirakan Rp 500 juta,” ungkap Yunus.
Bagi warga Rantauprapat, RPH bukan sekadar hotel bintang satu. Sejak 1988, hotel ini adalah landmark. Dahulunya, sebagai tempat pertemuan pejabat, resepsi pernikahan, hingga persinggahan pertama para perantau yang melintas di Labuhanbatu.
Reporter: Fajar






Discussion about this post