INformasinasional.com, LANGKAT — Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu ditambah pasang tinggi air laut membuat aliran sungai tak mampu menampung debit air. Sejumlah permukiman warga beberapa Desa dan Kecamatan di kabupaten Langkat terendam sejak Minggu (6/9/2026).
Di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, banjir bahkan sempat berubah menjadi ancaman serius. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 2 meter, merendam sedikitnya empat dusun sebelum berangsur surut pada Senin (7/9/2026).
Empat wilayah yang terdampak yakni Dusun I Sekoci, Sidodadi, Pante Pulo dan Sei Jambu. Sekitar 228 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat, Muhammad Ansyari, mengatakan banjir dipicu kombinasi hujan deras diwilayah hulu dan kondisi pasang tinggi air laut.
“Air mulai surut pada Senin. Warga yang sebelumnya mengungsi juga sudah kembali ke rumah masing-masing,” katanya, Senin (7/9/2026).
Meski sempat menerjang hingga ketinggian dua meter, bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat hujan masih berpotensi kembali mengguyur sejumlah wilayah.
Genangan banjir juga dilaporkan melanda Kecamatan Padang Tualang, Sawit Seberang dan Tanjung Pura dengan ketinggian yang relatif lebih rendah.
Dikecamatan Padang Tualang, banjir bahkan mengganggu arus kendaraan di Jalan Lintas Sumorbor menuju Tanjung Selamat, Dusun Sumorbor, Desa Tebing Tanjung Selamat.
Personel Polsek Padang Tualang, Polres Langkat, bergerak cepat melakukan pengaturan lalu lintas pada Senin (7/9/2026).
Piket Pawas Polsek Padang Tualang, Ipda M Arifin Siregar SH bersama Aipda JH Togatorop dan Bripka Yogi Sugawa menerapkan sistem buka-tutup jalan untuk mencegah kemacetan sekaligus memastikan kendaraan yang melintasi genangan tetap aman.
“Personel terus memantau dan mengatur arus lalu lintas agar kendaraan dapat melintas dengan aman dan tertib,” kata Ipda Arifin.
Kesiapsiagaan petugas membuat arus lalu lintas dijalur tersebut tetap berjalan lancar dan kondusif, meski badan jalan masih digenangi air.
Kapolsek Padang Tualang Iptu M Yassir Parinduri MH, mengingatkan pengendara agar tidak memacu kendaraan saat melintasi genangan.
Pengendara diminta memperlambat laju kendaraan dan mematuhi arahan petugas dilapangan.
Tanjung Pura Mulai Terendam, Puluhan hingga Ratusan KK Terdampak
Dikecamatan Tanjung Pura, hujan deras membuat debit sungai meningkat. Sejumlah permukiman warga mulai terendam dengan ketinggian air bervariasi hingga sekitar 50 sentimeter. Polsek Tanjung Pura langsung melakukan patroli dan monitoring disejumlah titik rawan banjir.
Kapolsek Tanjung Pura AKP Donny P Simatupang SH MH, bersama Wakapolsek Iptu Ardiansyah Sirait, serta personel turun langsung memastikan kondisi masyarakat dan perkembangan genangan.
Dilingkungan X Kelurahan Pekan Tanjung Pura, air mencapai sekitar 30 sentimeter dan berdampak terhadap 50 KK. Sementara di Lingkungan XI, sekitar 60 KK terdampak dengan ketinggian air relatif sama.
Genangan juga terjadi di Dusun I Desa Paya Perupuk yang berdampak terhadap sekitar 40 KK. Kondisi serupa terjadi di Dusun II dan V Desa Perkubuan, masing-masing berdampak terhadap sekitar 40 KK dan 30 KK.
Sementara genangan tertinggi terpantau di Dusun Teratai, Desa Teluk Bakung. Air mencapai sekitar 50 sentimeter dan berdampak terhadap kurang lebih 30 KK.
Hingga pemantauan terakhir, belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. “Personel terus melakukan monitoring perkembangan debit dan ketinggian air. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, BPBD serta instansi terkait untuk mengantisipasi perkembangan situasi,” kata AKP Donny.
Polsek Tanjung Pura menyiapkan langkah kontingensi, termasuk kemungkinan evakuasi warga dari titik yang paling terdampak.
Personel juga melakukan monitoring disekitar waduk. Dua unit mesin saat ini dioperasikan untuk membantu membuang air dari waduk menuju sungai sebagai langkah antisipasi peningkatan genangan.
Masyarakat dikawasan rawan banjir diminta tetap tenang, tetapi tidak lengah. Warga juga diimbau mengamankan barang berharga, dokumen penting serta kebutuhan lainnya ke tempat yang lebih tinggi.
Ditengah genangan, arus lalu lintas di Kecamatan Tanjung Pura masih relatif normal. Sejumlah ruas jalan masih dapat dilalui kendaraan. Namun, polisi tetap menyiagakan personel untuk mengantisipasi apabila banjir meluas dan mengganggu akses jalan.
“Kami akan terus melakukan pemantauan secara berkala. Apabila masyarakat membutuhkan bantuan, bisa menghubungi Call Center 110 Polres Langkat maupun petugas kepolisian terdekat. Keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama kami,” kata AKP Donny.
Banjir juga merambah Kecamatan Gebang. Permukiman warga di Kelurahan Pekan Gebang mulai terendam sejak Minggu (6/9/2026) malam hingga Senin (7/9/2026) pagi. Genangan tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sepanjang malam.
Kondisi tersebut menambah daftar wilayah di Langkat yang harus berhadapan dengan dampak cuaca ekstrem dan peningkatan debit air.
BPBD Langkat memastikan personel tetap disiagakan disejumlah wilayah terdampak. Perahu, bantuan logistik dan perlengkapan kedaruratan juga dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan banjir kembali meningkat.
Secara keseluruhan, belum ada laporan korban jiwa akibat banjir. Warga disejumlah lokasi juga telah kembali kerumah setelah kondisi air berangsur surut. Namun, ancaman belum sepenuhnya berakhir. Kombinasi hujan deras dari wilayah hulu dan pasang air laut menjadi faktor yang patut diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang tinggal disepanjang aliran sungai dan kawasan rendah.
Kesiapsiagaan aparat menjadi benteng pertama ketika air kembali naik. Polres Langkat bersama BPBD dan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi untuk memastikan perkembangan situasi dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi program Polisi Langkat Garuda Ksatria, yang diusung Kapolres Langkat dengan semangat “Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.”
Dengan semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” jajaran Polres Langkat menegaskan komitmennya untuk hadir ditengah masyarakat, terutama ketika bencana datang tanpa banyak memberi waktu untuk bersiap.
Banjir mungkin surut. Namun kewaspadaan tidak boleh ikut tenggelam.(Misno)
Editor: Ardiansyah






Discussion about this post