INformasinasional.com, Nias Selatan — Saat dinamika ekonomi yang masih menekan daya beli masyarakat, program bantuan pangan kembali menjadi nafas segar bagi warga Desa Sirahia, Kecamatan Idanotae, Kabupaten Nias Selatan. Penyaluran beras dan minyak goreng untuk periode Februari hingga Maret 2026 bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat ditingkat akar rumput.
Kegiatan penyaluran yang dipusatkan di Kantor Desa Sirahia, Minggu (19/04/2026) berlangsung tertib dan terorganisir. Sebanyak 119 keluarga penerima manfaat (PBP) tercatat menerima bantuan, yang didistribusikan secara bertahap selama beberapa hari guna menghindari penumpukan antrean serta memastikan kenyamanan warga.
Langkah teknis ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengedepankan pelayanan yang humanis. Dengan dukungan perangkat desa, petugas dari Bulog, serta pengawasan tim PMKS Kecamatan Idanotae, proses distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dibalik angka dan data, tersimpan kisah-kisah harapan. Dermawati, warga Dusun II yang akrab disapa Ina Indra, mengungkapkan rasa syukurnya. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Setidaknya bisa meringankan kebutuhan dapur sehari-hari,” katanya dengan mata berbinar.
Suara serupa menggema dari warga lainnya. Bagi mereka, bantuan beras dan minyak goreng bukan hanya soal kebutuhan pokok, tetapi juga simbol perhatian pemerintah disaat situasi belum sepenuhnya pulih.
Kepala Desa Sirahia, Yadina Ndruru, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Ia juga memastikan bahwa pengawasan distribusi akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami ingin bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, kami bersama pihak kecamatan akan terus memastikan penyalurannya tepat sasaran dan berjalan tertib,” katanya.
Program bantuan pangan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat desa mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. DiDesa Sirahia, bantuan ini bukan hanya soal beras dan minyak, melainkan tentang harapan yang terus dijaga agar tetap menyala di tengah tantangan zaman.
Reporter: Mareti Tafonao






Discussion about this post