INformasinasional.com, NIAS UTARA — Teror sunyi dari perairan kembali menelan korban. Seorang nelayan, Otiaro Gea alias Ama Lindra (50), warga Desa Lolofaoso, Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara, dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya ganas diperairan Turezouliho, Senin malam (27/4/2026). Hingga H+1 pencarian, Selasa (28/4/2026), jasad korban belum juga ditemukan.
Detik-detik mencekam itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, korban yang tengah memasang jaring disungai tiba-tiba disergap dari arah tak terduga. Bukan gigitan awal yang mematikan, melainkan kibasan ekor buaya yang menghantam tubuh korban hingga kehilangan keseimbangan, sebelum akhirnya diterkam dan diseret ke dalam air gelap.
“Serangannya sangat cepat. Korban langsung hilang dari permukaan setelah diseret,” ungkap sumber dilapangan.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL Lahewa, BPBD Kabupaten Nias Utara, Polsek Lahewa, hingga unsur Koramil dan pemerintah desa, sejak pagi telah menyisir sepanjang pesisir Pantai Turezouliho. Namun, upaya intensif tersebut masih belum membuahkan hasil.
Plh Kapolsek Lahewa, Ipda Sinema Harefa, menegaskan pencarian terus diperluas dengan harapan korban segera ditemukan. “Kami terus berupaya maksimal. Doa masyarakat sangat kami harapkan agar proses ini diberikan kemudahan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Kominfo Nias Utara, Terima Syukur Zebua, membenarkan insiden tragis tersebut. Ia menyebut laporan pertama datang dari rekan korban yang menyaksikan langsung peristiwa nahas itu sebelum melapor ke keluarga dan pemerintah desa.
“Korban diterkam saat melaut di wilayah perairan Turezouliho. Saat ini seluruh unsur terkait turun langsung melakukan pencarian,” katanya.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bagi warga pesisir Nias Utara. Kemunculan predator buas diwilayah tangkap tradisional nelayan mempertegas ancaman nyata yang mengintai, bukan hanya dari gelombang dan cuaca, tetapi juga dari kedalaman yang menyimpan bahaya purba.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih berlangsung.
Reporter: Shokinaaro Telaumbanua






Discussion about this post