INformasinasional.com, DELI SERDANG — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya menjadi penopang kesehatan anak-anak justru berubah menjadi mimpi buruk. Ada 11 pelajar kelas VI SD Swasta Terpadu As Syifa, Desa Jatirejo, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu MBG yang diduga tak stadar pemenuhan gizi, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Peristiwa ini sontak mengguncang lingkungan sekolah. Dari total korban, tiga siswa hanya mendapat penanganan awal sebelum dipulangkan, sementara delapan lainnya harus dilarikan dan dirawat intensif di Puskesmas Pagar Merbau akibat kondisi yang mengkhawatirkan.
Data yang dihimpun menyebutkan, sebanyak 163 pelajar menerima paket MBG dengan dua pilihan lauk, ayam goreng dan ayam panggang. Namun, hanya berselang dua jam setelah santap siang, suasana sekolah berubah drastis. Sejumlah siswa mendadak mengeluh mual hebat, sakit perut, hingga muntah berulang, indikasi kuat dugaan keracunan makanan.
Panik tak terhindarkan. Pihak sekolah segera menghubungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tim SPPG bersama tenaga medis bergerak cepat kelokasi, memberikan pertolongan pertama ditengah kepanikan yang menyelimuti ruang kelas.
Namun, kondisi delapan siswa yang terus memburuk memaksa mereka dirujuk kefasilitas kesehatan untuk penanganan lebih serius.
Hingga berita ini diturunkan, kalangan korban masih dalam pengawasan medis.
Kepala sekolah, Khairul Amri SPd, mengungkapkan dugaan awal mengarah pada salah satu menu, yakni ayam panggang.
Beberapa siswa disebut sempat mencium aroma tidak sedap dari bumbu makanan sebelum mengonsumsinya, indikasi yang kini menjadi fokus penyelidikan.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap standar keamanan dan kualitas distribusi program MBG yang seharusnya menjadi garda depan pemenuhan gizi anak.
Jika benar terjadi kelalaian, maka ini bukan sekadar insiden, melainkan alarm keras bagi sistem pengawasan pangan dilingkungan pendidikan.
Pihak terkait diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh, termasuk uji laboratorium terhadap sampel makanan, guna memastikan penyebab pasti kejadian.
Orang tua siswa pun kini diliputi kecemasan, menanti kejelasan dan jaminan bahwa kejadian serupa tak akan terulang.(misn’t)






Discussion about this post