INformasinasional.com, Langkat – Warga pengguna jalan di Secanggang, Langkat bakalan tak lagi “figuncang” lubang maut. Syah Afandin memastikan jalan rusak yang selama bertahun-tahun dikeluhkan warga Kecamatan Secanggang akhirnya masuk meja prioritas. Pemerintah Kabupaten Langkat menyiapkan anggaran jumbo Rp7,1 miliar untuk membenahi jalur vital tersebut dan menargetkan pengerjaan tuntas pada 2026.
Derita panjang warga Secanggang yang setiap hari “diuji nyali” melintasi jalan berlubang akhirnya mendapat jawaban. Pemerintah Kabupaten Langkat bergerak cepat. Keluhan yang selama ini menggema dari pengendara, pedagang, hingga pelajar tak lagi dipandang sebelah mata.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Pemkab Langkat memastikan proyek perbaikan jalan resmi masuk daftar prioritas pembangunan tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas PUTR Langkat, Khairul Azmi, menegaskan proyek tersebut bukan tambal-sulam biasa. Pemerintah menyiapkan anggaran besar demi memastikan kualitas jalan benar-benar layak dan aman dilalui masyarakat.
“Perbaikan jalan dilakukan melalui kolaborasi pendanaan APBD Kabupaten Langkat dan Dana Bagi Hasil Sawit. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp7,1 miliar dan pengerjaan dimulai tahun ini,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026).
Dana Efisiensi Dikembalikan, Infrastruktur Jadi Prioritas
Angin segar juga datang dari pusat. Dana transfer daerah yang sebelumnya sempat dipangkas karena kebijakan efisiensi kini dikembalikan kekas daerah. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk pemulihan pascabencana banjir yang sempat melumpuhkan berbagai sektor di Langkat.
Momentum ini dimanfaatkan pemerintah daerah untuk membenahi infrastruktur vital yang terdampak, mulai dari jalan rusak, sekolah, rumah ibadah, hingga tanggul penahan banjir.
Jalan penghubung Stabat–Secanggang menjadi salah satu fokus utama. Jalur ini merupakan urat nadi mobilitas warga dan distribusi ekonomi lokal yang selama ini tersendat akibat kerusakan parah.
Aspirasi Warga Tak Lagi Diabaikan
Syah Afandin menegaskan, perbaikan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah ditengah keresahan rakyat.

“Pemkab Langkat akan terus mendengar dan menindaklanjuti kebutuhan masyarakat. Infrastruktur yang baik adalah fondasi pertumbuhan ekonomi dan keselamatan warga,” tegasnya.
Langkah ini disambut lega warga Secanggang. Selama ini mereka harus berjibaku dengan jalan bak kubangan, debu tebal saat kemarau, serta genangan air yang menyamarkan lubang menganga saat hujan turun.
Kini, harapan mulai menyala. Jika proyek berjalan sesuai rencana, mimpi warga menikmati jalan mulus tanpa rasa waswas akan benar-benar terwujud pada 2026.
Bagi masyarakat Secanggang, ini bukan sekadar proyek jalan.
Ini tentang akhir dari perjalanan yang melelahkan diatas aspal yang selama ini lebih mirip ladang ranjau.(Misno)






Discussion about this post