INformasinasional.com, LANGKAT —
Euforia malam pergantian tahun diminta berhenti dengan dibatas kewarasan. Bupati Langkat H Syah Afandin SH, secara tegas mengingatkan warga agar tidak menjadikan malam 31 Desember sebagai panggung hura-hura, pesta kembang api, maupun ajang kebut-kebutan dijalanan. Seruan itu disampaikan menjelang pergantian tahun 2025 ke 1 Januari 2026, ditengah bayang-bayang duka banjir yang baru saja melanda wilayah Langkat.
“Ini bukan waktunya bersorak-sorai berlebihan,” kata Syah Afandin usai rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Langkat, Rabu (30/12/2025).
Nada imbauannya keras dan lugas, tak ada ruang untuk petasan, euforia berisik, apalagi aksi ugal-ugalan yang membahayakan nyawa.
Menurut Syah Afandin, Forkopimda sepakat menekan segala bentuk perayaan yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan keselamatan.
“Kami menghimbau masyarakat Kabupaten Langkat untuk tidak melaksanakan pesta petasan dan kembang api, serta menghindari acara hura-hura dalam rangka menyambut tahun baru,” katanya.
Lebih dari sekadar larangan, Bupati menekankan aspek empati. Langkat, kata dia, baru saja melewati musibah banjir yang meninggalkan luka sosial dan penderitaan warga. Dalam konteks itu, pesta kembang api dinilai tak elok, bahkan terasa sumbang. Pemerintah daerah justru mendorong warga mengisi malam pergantian tahun dengan doa bersama.
“Kami mengajak seluruh masyarakat melakukan doa bersama. Ini bentuk keprihatinan dan empati kita, karena saudara-saudara kita masih merasakan dampak bencana,” kata Syah Afandin.
Perhatian khusus juga diarahkan kepada kalangan muda. Bupati secara terbuka mengingatkan agar malam tahun baru tidak berubah menjadi arena balap liar. “Kami menghimbau anak-anak muda agar tidak kebut-kebutan dijalan. Keselamatan jauh lebih penting daripada euforia sesaat,” katanya.
Nada serupa disuarakan Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo. Ia menegaskan, imbauan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan langkah preventif demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
“Kami minta dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Partisipasi warga sangat menentukan agar malam tahun baru berlangsung aman dan kondusif,” kata David.
Kapolres menambahkan, aparat keamanan akan bersiaga untuk memastikan situasi tetap terkendali. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan menjaga ketertiban tak bisa hanya dibebankan kepada polisi. “Tanpa kesadaran masyarakat, semua imbauan ini tidak akan berarti,” katanya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Langkat, pergantian tahun kali ini bukan sekadar momentum kalender. Ia diposisikan sebagai ujian kepekaan sosial: apakah warga memilih kembang api dan hiruk-pikuk, atau refleksi dan solidaritas. “Ini soal simpati dan empati kita sebagai masyarakat Langkat,” ujar Syah Afandin.
Ditengah larangan pesta dan gemuruh petasan, pesan pemerintah jelas, memasuki tahun baru dengan kepala dingin, jalanan aman, dan hati yang peka terhadap sesama.(Misno)






Discussion about this post